Pelatihan Membatik Buka Peluang Usaha bagi Difabel
100 penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti pelatihan membatik selama satu bulan yang didukung Mandiri Utama Finance dan Yayasan Difabelzone. Pelatihan ini bertujuan mengembangkan keterampilan peserta agar dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi serta membuka peluang kemandirian usaha. Hasil karya peserta direncanakan dipamerkan pada 3 Desember 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 100 penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti pelatihan membatik.
- Pelatihan berlangsung selama satu bulan.
- Program ini didukung oleh Mandiri Utama Finance dan Yayasan Difabelzone.
- Peserta berasal dari lima wilayah di DIY, yaitu Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.
- Setiap peserta menerima peralatan membatik dari penyelenggara program.
- Pelatihan bertujuan mengembangkan keterampilan hingga menghasilkan produk bernilai jual.
- Elisabeth L. Sirait selaku Corporate Secretary Mandiri Utama Finance menyampaikan pernyataan terkait program ini.
- Sulasno selaku Branch Manager Mandiri Utama Finance Yogyakarta berharap pelatihan menghasilkan karya bernilai ekonomi.
- KGPAA Paku Alam X selaku Wakil Gubernur DIY mengharapkan lahirnya identitas batik difabel Yogyakarta.
- Suyarno selaku Kepala Dinas Sosial DIY menekankan pentingnya akses berkarya secara berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
- Peserta memiliki jenis disabilitas yang beragam, meliputi daksa, cerebral palsy, polio, rungu wicara, tunagrahita, tunalaras, low vision, dan autisme.
- Hasil karya peserta akan dipamerkan pada 3 Desember 2026.
- Tanggal 3 Desember 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas.
- Program ini diharapkan membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian peserta.
- Keterampilan membatik sekaligus menjadi upaya mempertahankan nilai budaya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.