Dewan Ingatkan IKD Permudah Layanan Publik dan Mudah Diakses
Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong transformasi layanan kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital (IKD) dilakukan dengan prinsip mudah, inklusif, dan aman, bukan sekadar memindahkan dokumen fisik ke perangkat digital. Dia menegaskan IKD harus mampu menyederhanakan proses pelayanan dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berulang kali menyerahkan data yang telah dimiliki pemerintah. Transformasi digital juga harus berjalan beriringan dengan pelayanan jemput bola guna memastikan kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses teknologi tetap terlayani.
Poin-Poin Utama
- Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong transformasi layanan kependudukan melalui Identitas Kependudukan Digital.
- IKD harus diterapkan dengan prinsip mudah, inklusif, dan aman.
- Digitalisasi kependudukan tidak boleh sekadar memindahkan identitas dari dokumen fisik ke perangkat digital.
- IKD harus mampu menyederhanakan proses pelayanan dan mengurangi pengulangan pengiriman data oleh masyarakat.
- Transformasi digital harus berjalan beriringan dengan pelayanan jemput bola.
- Pelayanan jemput bola penting untuk kelompok masyarakat dengan keterbatasan akses teknologi.
- Pelayanan kependudukan harus tetap inklusif bagi warga yang memiliki keterbatasan akses digital.
- Fasilitasi pendaftaran penduduk melalui layanan jemput bola diadakan di Balai Kota Koesoemo Wicitra.
- Acara fasilitasi tersebut diadakan di Kota Blitar.
- Acara fasilitasi diadakan pada hari Kamis, 24 September 2026.
- Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin alias Mas Ibin hadir dalam acara tersebut.
- Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri Erliani Budi Lestari turut hadir.
- Romy Soekarno menilai teknologi harus mempermudah masyarakat dan tidak menciptakan hambatan baru.
- Romy Soekarno berharap identitas digital membuat pelayanan publik menjadi lebih sederhana.
- Romy Soekarno berharap identitas digital mudah diakses oleh seluruh masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.