Wamendikdasmen Dorong Siswa Papua Siapkan Diri Jadi Pemimpin
anak untuk mengenali kemampuan diri, belajar mandiri, dan menumbuhkan keberanian mengambil peran dalam masyarakat. Fajar mengapresiasi metode pembelajaran di SAI yang menghubungkan pendidikan dengan budaya dan kehidupan sehari-hari siswa, seperti penggunaan busur panah dalam pembelajaran matematika dan pemanfaatan seni ukir Asmat.
Poin-Poin Utama
- Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengunjungi Sekolah Anak Indonesia di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
- Kunjungan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis.
- Fajar mendorong siswa asal Papua untuk membangun kepercayaan diri dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin.
- Fajar menekankan pendidikan bukan hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik.
- Menurut Fajar, sekolah harus menjadi ruang bagi anak untuk mengenali kemampuan diri dan belajar mandiri.
- Fajar menyatakan kesempatan menjadi pemimpin terbuka bagi setiap anak tanpa membeda-bedakan latar belakang.
- Fajar menegaskan Papua adalah bagian dari Indonesia.
- Siswa Sekolah Anak Indonesia berasal dari sejumlah daerah di Papua.
- Siswi asal Nabire mengaku lebih mandiri dan fokus belajar sejak tinggal di asrama.
- Siswi asal Nabire bercita-cita menjadi pramugari.
- Siswi asal Intan Jaya bercita-cita menjadi dokter karena daerahnya membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong proses pembelajaran yang interaktif dan menggembirakan.
- Pembelajaran diharapkan memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan minat.
- Sekolah menggunakan busur panah sebagai media pembelajaran matematika.
- Seni ukir Asmat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas siswa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.