Badan Geologi Ungkap Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi, yaitu Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu, dengan arah sebaran yang bisa berubah. Gunung mulai aktif sejak Juli 2026 dengan aktivitas tertinggi pada 5 September 2026, ditandai erupsi berulang dan berlangsung meneru. Badan Geologi menyatakan erupsi yang sering tidak otomatis akan terjadi erupsi lebih besar, dan pemantauan terus dilakukan berdasarkan seluruh data bukan hanya tinggi kolom erupsi.
Poin-Poin Utama
- Volcanic ash from Gunung Anak Krakatau spread to five provinces.
- Affected provinces: Banten, parts of West Java, DKI Jakarta, Lampung, and Bengkulu.
- Ash spread direction can change.
- Badan Geologi head Lana Saria confirmed ash distribution.
- Anak Krakatau became active starting July 2026.
- Highest activity recorded on September 5, 2026.
- Eruptions are recurring and continuous.
- ESDM Ministry advised residents to stay indoors.
- Badan Geologi continues monitoring Anak Krakatau activity.
- Eruptions indicate ongoing magma and gas supply inside the volcano.
- Frequent eruptions do not automatically predict larger eruptions.
- Badan Geologi evaluates activity using all monitoring data, not just eruption column height or count.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.