Resiliensi dari Buku
cerpen Martin Aleida selama lima pekan sebelum mengunjungi kediamannya di Jakarta Selatan. Komunitas ini bertujuan mendekatkan kaum muda pada peristiwa 1965 yang sering kali didistorsi di sekolah, sebagaimana dialami Fahra Affifa yang kemudian mengajak adiknya memahami sejarah tersebut melalui karya sastra Martin Aleida.
Poin-Poin Utama
- Membaca buku memerlukan tekad bulat untuk memahaminya.
- Klub baca buku dapat memperkuat resiliensi pembaca.
- Perpustakaan, toko buku independen, dan penerbit kecil terus bertambah jumlahnya.
- Film Dead Poets Society (1989) menjadi tontonan penting bagi banyak pembaca buku sastra.
- Guru John Keating dalam film tersebut mengajarkan murid berpikir kritis melalui sastra.
- Fahra Affifa (27) mengikuti komunitas baca Lingkar Sastra Tangerang.
- Dia menulis refleksi dari cerpen-cerpen Martin Aleida di situs anotasi.org.
- Sekitar Juni 2026, belasan anggota komunitas mengunjungi kediaman Martin Aleida di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
- Martin Aleida kini berusia 82 tahun dan merupakan penutur langsung peristiwa 1965.
- Dewi Setiawan (28) dan Marissa Saraswati menjadi inisiator Lingkar Sastra Tangerang.
- Cerpen Martin Aleida biasanya terdiri dari 6-8 halaman dan bisa selesai dibaca dalam lima menit.
- Komunitas mengkaji lima cerpen Martin Aleida selama lima pekan sebelum kunjung.
- Peristiwa 1965 telah didistorsi oleh penguasa melalui propaganda dan penghapusan sejarah di sekolah.
- Cerpen Martin Aleida membantu adik Fahra yang tidak memiliki latar belakang sosial-humaniora memahami peristiwa 1965.
- Martin Aleida konsisten menceritakan kisah-kisah peristiwa 1965 melalui karya jurnalistik maupun cerpen.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.