Beranda Sabtu, 26 September 2026

!online

Sosial Netral

Kemensos Berdayakan 21 Eks Napiter di Poso

Sabtu, 26 September 2026, 18:15 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Kementerian Sosial memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 5 juta kepada 21 mantan narapidana terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, untuk memperkuat kemandirian ekonomi mereka pasca reintegrasi sosial. Bantuan diserahkan melalui Dialog Kebangsaan yang bertujuan menjaga ketahanan sosial dan memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, serta tokoh agama di wilayah yang pernah mengalami konflik. Direktur RSKPO Kemensos Rachmat Koesnadi menekankan pentingnya kearifan lokal seperti nilai Sintuwu Maroso sebagai modal sosial untuk mencegah perubahan sosial budaya berkembang menjadi pertikaian dan kekerasan.

Poin-Poin Utama

  • Kementerian Sosial memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada 21 mantan narapidana terorisme di Poso.
  • Bantuan sebesar Rp 5 juta diberikan kepada masing-masing penerima.
  • Bantuan ditujukan untuk mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan penerima.
  • Pemberdayaan ekonomi bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan keluarga eks napiter.
  • Penyerahan bantuan dilakukan dalam Dialog Kebangsaan di Dorf Tamanjeka, Desa Masami, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.
  • Dialog kebangsaan bertajuk "Penguatan Ketahanan Keluarga dan Kemandirian Eks Napiter Pasca Reintegrasi Sosial".
  • Kegiatan Dialog Kebangsaan dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026.
  • Kegiatan dilaksanakan oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos.
  • Dialog bertujuan memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan berbagai unsur lainnya.
  • Direktur RSKPO Kemensos Rachmat Koesnadi mengatakan kearifan lokal dan ketahanan sosial menjadi unsur penting dalam menghadapi perubahan sosial.
  • Perubahan sosial budaya yang tidak dikelola dengan baik dapat memunculkan perbedaan yang berkembang menjadi pertikaian.
  • Tamanjeka pernah bersinggungan dengan sejarah terorisme sehingga penguatan hubungan sosial menjadi bagian penting pemulihan.
  • Dialog kebangsaan diharapkan mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik atau kekerasan.
  • Rachmat mengingatkan pentingnya menjaga kearifan lokal Poso, terutama nilai Sintuwu Maroso.
  • Nilai Sintuwu Maroso menjadi modal sosial untuk membangun kebersamaan masyarakat.
Tagar Terkait
#kemensos#terorisme#pemberdayaan ekonomi#kemandirian ekonomi#dialog kebangsaan#ketahanan keluarga#eks napiter#rehabilitasi sosial#ketahanan sosial#poso pesisir
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya