Warisan Nestapa pada Usia Senja "King Lear"
Pertunjukan tragedi King Lear karya William Shakespeare disutradarai Tadashi Suzuki dan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta dalam kerja sama Japan Foundation serta Bumi Purnati Indonesia dengan para aktor dari tujuh negara. Lakon ini mengisahkan Raja Lear yang membagi kerajaan kepada dua putri sulungnya, Goneril dan Regan, berdasarkan sanjungan palsu mereka, sementara Cordelia yang jujur justru dipecat dari kerajaan. Pertunjukan menggambarkan akibat tragis dari tipu daya tersebut, termasuk pengkhianatan Edmund terhadap ayahnya Gloucester, kehancuran Lear yang kehilangan akal sehat, serta penyatuan kembali Lear dengan Cordelia yang memimpin pasukan Perancis untuk menyelamatkannya.
Poin-Poin Utama
- Pertunjukan tragedi King Lear berlangsung pada 16 September 2026 di Gedung Kesenian Jakarta.
- Tragedi ini merupakan karya William Shakespeare yang disutradarai Tadashi Suzuki.
- Pertunjukan merupakan kerja sama Japan Foundation dan Bumi Purnati Indonesia.
- Pemeran berasal dari tujuh negara dengan tiga aktor asal Indonesia.
- Jamaluddin Latif, aktor Indonesia, memerankan Raja Lear tua.
- Wahyu Kurnia, aktor Indonesia, berperan sebagai Cornwall, suami Regan.
- Durasi pertunjukan adalah satu jam empat puluh menit.
- Goneril dimainkan Ellen Lauren asal Amerika Serikat.
- Regan dimainkan Nana Tatishvili asal Rusia.
- Cordelia dimainkan Antonina Isadora Valderrama asal Cile.
- Cordelia diusir setelah menolak memuji Raja Lear dan memilih jujur.
- Edmund menipu ayahnya, Gloucester, hingga gugurnya hak waris Edgar.
- Gloucester dipenjarakan dan matanya dicungkil atas perintah Cornwall serta Regan.
- Edgar menyamar menjadi Tom, gelandangan, untuk menghindari kejaran kerajaan.
- Cordelia mengarahkan pasukan Perancis untuk menyerang Kerajaan Inggris.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.