Gunung Semeru Erupsi: Tinggi Letusan Capai 1.300 Meter, Status Siaga
Gunung Semeru mengalami empat kali erupsi pada Minggu (27/9) pagi dengan tinggi letusan teramati sekitar 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru, dan kolom abu berwarna putih hingga kelabu teramati condong ke arah timur laut. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tersebut kini berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 13 km dari puncak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, serta radius 5 km dari kawah atau puncak karena rawan bahaya lontaran batu pijar, awan panas, guguran lava, dan lahar.
Poin-Poin Utama
- Gunung Semeru erupsi pada Minggu 27 September pukul 05.55 WIB.
- Tinggi kolom abu letusan teramati sekitar 1.300 meter di atas puncak Mahameru.
- Ketinggian kolom abu mencapai 4.976 meter di atas permukaan laut.
- Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke timur laut.
- Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm.
- Durasi erupsi tercatat sekitar 2 menit 20 detik.
- Gunung Semeru terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
- Terjadi empat kali erupsi pada Minggu dari pukul 00.21 WIB hingga 06.22 WIB.
- Tinggi letusan yang teramati berkisar 500 meter hingga 1,3 kilometer di atas puncak.
- Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga.
- Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
- Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai jarak 17 km dari puncak.
- Radius 5 km dari kawah atau puncak dilarang beraktivitas karena rawan terhadap lontaran batu pijar.
- Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dapat terjadi di sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.