Menhub: Jalur Penyeberangan Belum Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Jalur penyeberangan Selat Sunda tetap beroperasi normal meski erupsi Gunung Anak Krakatau. Transportasi udara terdampak signifikan, jalur ferry relatif tidak terpengaruh abu vulkanik. Kemenhub belum menambah kapal karena penumpang justru menurun selama erupsi, sementara tiga bandara alternatif disiapkan menggantikan bandara yang ditutup.
Poin-Poin Utama
- Jalur penyeberangan di Selat Sunda tetap beroperasi normal.
- Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada September 2026.
- Transportasi udara terdampak signifikan akibat abu vulkanik.
- Jalur ferry relatif tidak terpengaruh oleh abu vulkanik.
- Kemenhub belum menambah kapal penyeberangan sebagai alternatif.
- Jumlah penumpang penyeberangan menurun selama erupsi berlangsung.
- Banyak penumpang membatalkan perjalanan dari Merak ke Bakauheni.
- Kemenhub menyiapkan tiga bandara alternatif untuk menggantikan bandara yang ditutup.
- Beberapa bandara ditutup sementara akibat meluasnya abu vulkanik.
- Lava pijar terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.
- Masker disediakan bagi penumpang sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
- Otoritas pelabuhan dilarang memaksakan operasional jika kondisi tidak memungkinkan.
- Koordinasi terus dilakukan untuk memantau kondisi operasional penyeberangan.
- Kemenhub belum melakukan penambahan kapal hingga Ahad (6/9/2026) siang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.