Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Positif

Ketika Anak Krakatau tak Lagi Menakutkan

Selasa, 8 September 2026, 22:21 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

hari meskipun debu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terasa di beberapa wilayah Lampung. Berdasarkan data Badan Geologi, gunung berada pada Level III (Siaga) dengan aktivitas kegempaan tinggi dan berpotensi erupsi susulan, sehingga masyarakat diminta tidak mendekati radius tiga kilometer dari kawah aktif. Pekerja kapal feri seperti Ohan Heri maupun penumpang seperti Novita Sari mengaku tidak mendengar dentuman, tetap menyeberang dengan kapal, dan hanya menghadapi gangguan berupa debu yang memerlukan pembersihan rumah berulang kali.

Poin-Poin Utama

  • Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
  • Pemantauan pada Senin (7/9/2026) pukul 06.00-12.00 WIB mencatat 17 gempa frekuensi rendah, 23 gempa hybrid, dan sembilan tremor harmonik.
  • Tremor menerus masih terekam di Gunung Anak Krakatau.
  • Pada Selasa, letusan di Gunung Anak Krakatau mulai mereda.
  • Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer.
  • Saat hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker, pelindung mata, dan berada di dalam ruangan.
  • Debu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terasa di sejumlah wilayah Lampung.
  • Ohan Heri (58), pegawai kafetaria kapal feri ekspres, sudah sekitar lima tahun bekerja di kapal tersebut.
  • Ohan Heri tidak mendengar dentuman atau merasakan getaran selama aktivitas Anak Krakatau meningkat.
  • Menurut Ohan Heri, jumlah penumpang kapal feri tidak mengalami perubahan berarti.
  • Pada peristiwa 2018 di Pelabuhan Merak, Ohan Heri melihat air laut surut setelah Magrib namun tidak terjadi tsunami hingga tengah malam.
  • Novita Sari (50) warga Lampung Tengah harus membersihkan rumah hingga empat atau lima kali sehari karena debu vulkanik.
  • Novita Sari dan keluarganya bepergian ke Bandung untuk menghadiri pelantikan keponakannya sebagai anggota TNI pada Rabu (9/9/2026).
  • Debu di Lampung Tengah menurut Novita Sari tidak setebal di sejumlah wilayah lain.
  • Warga di sekitar Selat Sunda tetap bekerja, bepergian, dan menyeberang menggunakan kapal meski debu vulkanik masih terasa.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#erupsi#anak krakatau#selat sunda#lampung#tsunami#lampung selatan#bandar lampung#merak#aktivitas warga#lampung tengah
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya