146 Jemaah Lapor Duga Penipuan Modus Umrah Murah ke Petrobras
Sedikitnya 146 perwakilan calon jemaah umrah melaporkan EKN, pemilik PT AAT, ke Petrobras Jawa Timur atas dugaan penipuan skema umrah murah yang merugikan ribuan orang dengan taksiran total kerugian mencapai lebih dari Rp100 miliar. PT AAT menawarkan paket umrah jauh di bawah harga pasar berkisar Rp19 juta hingga Rp25 juta untuk paket 12 sampai 16 hari, tetapi ratusan calon jemaah gagal berangkat dan puluhan jemaah yang sudah berada di Tanah Suci sempat telantar tanpa tiket kepulangan. Kasus ini tengah dipelajari oleh pihak kepolisian dan akun Siskopatuh travel tersebut telah diblokir oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 146 perwakilan calon jemaah umrah melapor ke SPKT Petrobras Jat pada Minggu, 27 September terkait dugaan penipuan.
- Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/1285/IX/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR.
- EKN, pemilik travel umrah PT AAT atau PT Annisa Ahmada Travelindo, ditetapkan sebagai terlapor dalam kasus ini.
- Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp100 miliar dengan ribuan korban.
- PT AAT menawarkan paket umrah di bawah harga pasar yakni Rp19 juta hingga Rp25 juta untuk paket 12 hingga 16 hari.
- Iin Haniyatur Rohmah, warga Wringinanom, Gresik, menjadi salah satu korban yang dijanjikan berangkat 20 September 2026.
- Iin telah menyiapkan paspor, vaksinasi mandiri, serta menerima koper dan seragam batik dari pihak travel namun tidak pernah berangkat.
- Jadwal keberangkatan secara tiba-tiba diundur dan digabungkan dengan kelompok lain tanpa kejelasan.
- Puluhan jemaah asal Jombang juga mengalami kegagalan pemberangkatan yang menambah kepanikan korban.
- EKN selaku pemilik dan admin PT AAT tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.
- Kabidhumas Petrobras Jat Jules Abraham Abast membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kasus ini.
- Kementerian Haji dan Umrah resmi memblokir akun Siskopatuh milik PT AAT.
- Total kerugian termasuk jemaah yang telantar di Tanah Suci ditaksir mencapai Rp120 miliar.
- Sebanyak 200 calon jemaah dari KBIHU Muslimat Jombang gagal diberangkatkan pada 29 Agustus 2026.
- 83 jemaah yang sempat telantar di Tanah Suci harus menggunakan dana pribadi untuk kembali ke Indonesia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.