Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Samarinda, Ketahuan di Singapura
Pasien cuci darah Ediyanto Wong (63) di RSUD AWS Samarinda ditemukan memiliki dua kawat guidewire sepanjang 2 cm tertanam di jantungnya pascatindakan pemasangan ring oleh dr MF pada 19 Februari 2026, kemudian ketahui saat pemeriksaan di RS Mount Elizabeth Singapura. Keluarga menggugat ketidakadaan informed consent, proses mediasi 14 kali hingga Agustus 2026 tidak membuahkan hasil, padahal dr MF telah sepakati pemberian kompensasi Rp5 miliar pada Mei 2026 tapi tidak terealisasi sampai sekarang.
Poin-Poin Utama
- Ediyanto Wong (63), pasien cuci darah di RSUD A Wahab Sjahranie Samarinda, ditemukan kawat penuntun tertinggal di jantungnya.
- Pada 18 Februari 2026, Ediyanto mengalami nyeri dada dan ulu hati saat menjalani cuci darah.
- Dr MF melakukan pemasangan ring di Cath Lab RSUD AWS pada 19 Februari 2026.
- Keluarga menyatakan prosedur dilakukan tanpa penjelasan risiko dan informed consent.
- Istri Ediyanto, Yetlie, diminta menandatangani formulir persetujuan tanpa penjelasan dari pihak rumah sakit maupun dokter.
- Kondisi Ediyanto terus memburuk sehingga keluarga membawanya ke Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura pada 21 Februari 2026.
- Pemeriksaan kateterisasi pada 22 Februari 2026 menemukan dua kawat sepanjang sekitar 2 sentimeter putus dan tertanam di nadi utama serta otot jantung.
- Ediyanto menjalani operasi bypass di Singapura dan kondisinya masih fluktuatif dengan tekanan darah sering menurun.
- Pengaduan resmi diajukan keluarga pada 13 April 2026.
- Sebanyak 14 kali proses mediasi dilakukan dari 13 April hingga 14 Agustus 2026.
- Pada mediasi 5 Mei 2026, dr MF mengakui tidak memberikan penjelasan kepada keluarga sebelum maupun sesudah tindakan.
- Kesepakatan Mei 2026 menetapkan kompensasi sebesar Rp 5 miliar dengan tenggat waktu Juli 2026.
- Kompensasi Rp 5 miliar belum direalisasikan hingga artikel ini diterbitkan.
- Keluarga berharap ada pertanggungjawaban profesi dari dokter dan pihak rumah sakit.
- Dessy Wongso, anak Ediyanto, terus menjagakan ayahnya yang masih dalam masa pemulihan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.