Selamat Setelah 8 Jam Bertahan di Kapal yang Perlahan Karam di Mimika
Delapan awak kapal LCT Cahaya Permata Hati berhasil diselamatkan setelah bertahan selama delapan jam di atas kapal yang perlahan karam di Perairan Puriri, Mimika, Papua Tengah, Senin (28/9/2026). Kapal yang dinahkodai Melianus Lamberthus mengalami kebocoran akibat dihantam ombak besar sekitar 19 mil laut dari pelabuhan dan akhirnya tenggelam 80 persen, namun seluruh awaknya yang sudah mengenakan pelampung berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan Timika dalam waktu setengah jam. Insiden ini menambah daftar kecelakaan laut yang terjadi di perairan Mimika sepanjang tahun 2026.
Poin-Poin Utama
- Delapan orang bertahan hidup di atas kapal pengangkut pasir yang perlahan karam di Perairan Puriri, Mimika, Papua Tengah.
- Kejadian berlangsung pada Senin (28/9/2026) sore.
- Mereka terombang-ambling di lautan selama delapan jam sebelum akhirnya diselamatkan.
- Kapal yang karam bernama LCT Cahaya Permata Hati dengan nahkoda Melianus Lamberthus.
- Kapal berlayar dari Pelatihan Pomako, Mimika, menuju Pelatihan Agats di Asmat sekitar pukul 06.00 WIT.
- Kapal mulai bermasalah setelah berlayar sejauh 19 mil laut atau sekitar 35 kilometer.
- Ombak besar membuat air laut dengan cepat menggenangi geladak kapal.
- Satu mesin kapal mati saat jarak sekitar 11 mil dari pelabuhan, sehingga air masuk semakin banyak.
- Laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika pada pukul 18.40 WIT.
- Tim SAR gabungan terdiri dari SAR Timika, TNI AL, dan Polisi Perairan dan Udara.
- Tim SAR berangkat menggunakan LCT Tri Anugerah Maritim 605 dan RBB Basarnas pada pukul 19.02 WIT.
- Tim SAR tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 23.00 WIT.
- Saat evakuasi, kapal Cahaya Permata Hati telah tenggelam sekitar 80 persen.
- Proses evakuasi delapan awak kapal berhasil dilakukan dalam waktu setengah jam.
- Seluruh korban tiba di Pelatihan Pomako pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIT.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.