Siswa SD Turun ke Pantai, Belajar Kelola Sampah Secara Langsung
Pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata Pantai Legian dilakukan melalui dukungan fasilitas bagi pelaku UMKM serta edukasi pengelolaan sampah bagi siswa SD. Program MMSGI Connect 2026 melibatkan 150 siswa SD Negeri 1 Legian dalam aksi bersih pantai dan edukasi pemilahan sampah menggunakan metode "Lihat, Pungut, Pilah, Buang". Program ini mempertemukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan edukasi dan aksi lingkungan yang melibatkan sekolah, komunitas, pelaku UMKM, dan perusahaan.
Poin-Poin Utama
- MMSGI Connect 2026 diselenggarakan di Bali dengan melibatkan MMS Group Indonesia, Yayasan Life After Mine, dan MMS Land.
- Pullman Bali Legian Beach menjadi lokasi kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata.
- Sebanyak 20 unit parasol dan 9 tempat sampah pilah diserahkan kepada pelaku UMKM melalui PUBDA Legian.
- Program Bigger Dream 2026 melibatkan 150 siswa dan 25 guru SD Negeri 1 Legian.
- Sebanyak 30 karyawan MMSGI dan komunitas Malu Dong Bali turut berpartisipasi dalam kegiatan.
- Aksi bersih pantai dilakukan di Pantai Legian pada Ahad, 27 September.
- Para siswa mengikuti edukasi pengelolaan sampah menggunakan metode Lihat, Pungut, Pilah, Buang.
- SD Negeri 1 Legian menerima tempat sampah terpilah, bottle press, tumbler, dan perlengkapan kebersihan.
- Komunitas Malu Dong Bali mendapat eco vest dan drop box sampah.
- CEO MMSGI Sendy Greti menyatakan koneksi harus dapat diterjemahkan menjadi pemberdayaan.
- Kepala SD Negeri 1 Legian Noor Octa Fiyanti mengatakan anak-anak sedang menjaga masa depan mereka sendiri.
- Program ini mempertemukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan edukasi dan aksi lingkungan.
- Pengelolaan lingkungan dilakukan bersamaan dengan penguatan aktivitas masyarakat di tingkat lokal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.