Akademisi Apresiasi Kunjungan Wapres Ke Batang
Guru Besar Ilmu Politik UPI Cecep Darmawan menilai kehadiran langsung Wakil Presiden Gibran ke Kabupaten Batang untuk menemui korban dugaan keracunan makanan menunjukkan aspek penting kepemimpinan berupa kepekaan terhadap persoalan masyarakat di lapangan. Namun Cecep menegaskan kehadiran fisik pemimpin saja tidak cukup tanpa ditindaklanjuti dengan tindakan kelembagaan, yaitu menerjemahkan informasi lapangan menjadi keputusan dan perbaikan kebijakan. Ia menekankan ada dua dimensi kepemimpinan dalam situasi tersebut, yaitu kehadiran secara manusiawi di tengah warga dan keberanian melakukan koreksi secara institusional.
Poin-Poin Utama
- Guru Besar Ilmu Politik UPI Cecep Darmawan menanggapi kunjungan Wapres Gibran ke Kabupaten Batang.
- Wapres Gibran menemui korban dugaan keracunan makanan di Batang, Jawa Tengah.
- Wapres berdialog dengan keluarga korban keracunan makanan.
- Wapres memastikan penanganan kesehatan dan investigasi kasus keracunan makanan.
- Cecep menilai kehadiran pemimpin secara langsung penting agar pemerintah memahami situasi lapangan.
- Cecep menyatakan kepemimpinan bukan sekadar mengambil keputusan dari balik meja.
- Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa negara hadir mendengarkan persoalan mereka.
- Kehadiran fisik pemimpin saja tidak cukup tanpa tindakan kelembagaan.
- Pemimpin harus memastikan informasi lapangan diterjemahkan menjadi keputusan dan perbaikan kebijakan.
- Cecep memandang permintaan maaf Wapres kepada korban sebagai bentuk empati.
- Langkah tersebut perlu diikuti dengan tanggung jawab konkret terhadap para korban.
- Respons pemerintah dinilai dari kehadiran pejabat dan keberanian melakukan koreksi terhadap sistem.
- Kepemimpinan memiliki dua dimensi penting yaitu kehadiran secara manusiawi dan koreksi secara institusional.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.