Beranda Kamis, 1 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Calon Kapolri Suyudi Ingin Polri Kuat karena Dipercaya Bukan Ditakuti

Kamis, 1 Oktober 2026, 12:07 WIB Sumber: Liputan6
Ukuran:

Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan kekuatan Polri harus dibangun dari kepercayaan masyarakat, bukan dari rasa takut. Dalam uji kelayakan di Komisi III DPR, dia mengajukan doktrin "Polisi Bersama Masyarakat" yang menekankan kehadiran polisi saat masyarakat membutuhkan, kemampuan mendengar kritik tanpa kehilangan wibawa, serta keseimbangan antara sikap humanis dan ketegasan terhadap kejahatan. Suyudi juga menyatakan akan melanjutkan program baik dari pendahulunya seperti Promoter dan Presisi sembari melakukan koreksi terhadap bagian yang perlu diperbaiki.

Poin-Poin Utama

  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto calon Kapolri menegaskan kekuatan Polri harus dibangun dari rasa percaya masyarakat.
  • Suyudi menekankan Polri yang berwibawa karena hadir bersama rakyat saat negara membutuhkan.
  • Doktrin kepemimpinan Suyudi adalah "Polisi Bersama Masyarakat".
  • Kepercayaan masyarakat menjadi bagian arah transformasi Polri menurut Suyudi.
  • Suyudi menilai keberhasilan Polri tidak cukup diukur dari slogan, aplikasi, operasi, maupun publikasi.
  • Suyudi menginginkan anak merasa aman saat melihat polisi dan korban mendapat pertolongan di kantor polisi.
  • Suyudi menyatakan polisi harus mampu mendengar kritik tanpa kehilangan kewibawaan.
  • Suyudi menegaskan humanis tidak berarti permisif terhadap kejahatan dan tegas tidak berarti sewenang-wenang.
  • Suyudi tidak akan memulai pembenahan Polri dari nol jika dipercaya menjadi Kapolri.
  • Suyudi akan melanjutkan program pendahulu yang terbukti baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
  • Suyudi akan menyempurnakan program yang belum optimal dan menyederhanakan kebijakan yang tumpang tindih.
  • Pendekatan Suyudi disebut sebagai continuity with correction.
  • Suyudi menyebut "Institusi harus lebih besar daripada figur pimpinannya".
  • Suyudi akan melanjutkan semangat profesionalisme, modernisasi layanan publik, quick wins, dan disiplin manajemen perubahan dari era Promoter.
  • Suyudi akan melanjutkan pendekatan prediktif, transparansi berkeadilan, digitalisasi layanan, ETLE, layanan 110, Dumas, dan restorative justice dari era Presisi.
Tagar Terkait
#polri#komisi iii dpr#bnn#suyudi ario seto#kapoldi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya