BPBD: Penanganan Kebakaran TPA Jatibarang Alami Kemajuan, Tapi Bencana tak Bisa Diprediksi
Kebakaran TPA Jatibarang di Semarang melalap sekitar 10 hektare lahan pada Rabu sore, dengan Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 50 personel dan tujuh unit mobil pemadam. Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto menyatakan kebakaran rutin terjadi setiap musim kemarau akibat akumulasi sampah yang menghasilkan gas metan, namun penanganan oleh Pemerintah Kota Semarang telah menunjukkan kemajuan dengan dibangunnya menara pengawas dan penempatan CCTV. Meskipun upaya pencegahan terus dilakukan secara masif, Endro menegaskan bahwa kejadian bencana tidak pernah bisa diprediksi.
Poin-Poin Utama
- Kebakaran TPA Jatibarang mencapai luas sekitar 10 hektare.
- Kebakaran terjadi pada pukul 18.04 WIB di TPA Jatibarang, Semarang.
- Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mengerahkan 50 personel dan tujuh unit mobil pemadam.
- Kebakaran TPA Jatibarang kerap berulang setiap tahun saat musim kemarau.
- Tumpukan sampah dengan volume besar berpotensi menghasilkan gas metan.
- Gas metan dari tumpukan sampah dapat menjadi sumber api yang cepat merambat.
- Semarang saat ini masih menghadapi musim kemarau.
- Di lokasi TPA mulai didirikan menara pengawas.
- CCTV dipasang di beberapa titik di kawasan TPA Jatibarang.
- Langkah penanganan oleh Pemerintah Kota Semarang sudah mengalami kemajuan.
- Kepala BPBD Kota Semarang adalah Endro P Martanto.
- Endro menyatakan kebakaran bukan disebabkan faktor kesengajaan manusia.
- TPA Putri Cempo di Surakarta juga kerap mengalami kebakaran saat musim kemarau.
- Titik api terdeteksi di beberapa zona di TPA Jatibarang.
- Kebakaran terjadi pada hari Rabu, 30 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.