44 Ribu Rumah di NTT Rusak Akibat Gempa, Pemerintah Genjot Perbaikan
Gempa magnitudo 7,7 yang melanda NTT pada 16 Agustus 2026 menyebabkan 44.767 unit rumah warga rusak di tujuh kabupaten terdampak. BNPB mempercepat pemberian bantuan melalui skema huntara, huntap, Dana Tunggu Hunian, dan dana stimulan untuk rumah rusak ringan (Rp 15 juta) serta rusak sedang (Rp 30 juta). Hingga akhir September 2026, sebanyak 124 unit huntara telah selesai dibangun dan pemerintah menargetkan penyerapan dana dapat dilakukan pada Oktober 2026.
Poin-Poin Utama
- Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 melanda Nusa Tenggara Timur pada 16 Agustus 2026.
- Jumlah rumah rusak terverifikasi di NTT mencapai 44.767 unit per 27 September 2026.
- Tujuh kabupaten terdampak telah mengakhiri masa tanggap darurat secara bertahap.
- Tiga kabupaten yaitu Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo mengakhiri status tanggap darurat pada 28 September 2026.
- Target penerima Dana Tunggu Hunian dan huntara mencapai 4.008 orang dengan estimasi pembiayaan Rp 136.272.000.000.
- Sebanyak 124 unit huntara telah selesai dibangun per 29 September 2026.
- Sebanyak 861 unit huntara sedang dibangun dengan progres di bawah 50 persen.
- Sebanyak 117 unit huntara tengah dikerjakan dengan progres di atas 50 persen.
- Sebanyak 299 unit huntara masih dalam tahap penyiapan lahan dan survei titik lokasi.
- Bantuan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp 15 juta dan rusak sedang sebesar Rp 30 juta.
- Dana Tunggu Hunian diberikan Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.
- Penyaluran dana dilakukan 75 persen secara tunai dan 25 persen berdasarkan bukti pembelian.
- Spesifikasi huntara berukuran 4x6 meter dengan satu kamar tidur dan satu kamar mandi.
- Hunian tetap setara rumah tipe 36 memiliki dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu kamar mandi.
- Skema pembangunan meliputi komunal, in situ, dan mandiri.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.