Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat Jadi Ruang Aman Tanpa Bullying
Sekolah Rakyat yang baru berjalan selama setahun menjadi sekolah yang menolak keras perundungan, kekerasan, dan intoleransi. Menteri Sosial Gus Ipul menekankan agar seluruh tenaga kependidikan menjalankan perannya dengan empati, kesabaran, dan keteladanan karena sekolah ini masih dalam tahap rintisan. Ia juga menegaskan bahwa wali asrama dan wali asuh harus menjadi pengganti figur keluarga yang hadir dengan cinta bagi para siswa.
Poin-Poin Utama
- Sekolah Rakyat baru berjalan selama setahun.
- Sekolah Rakyat menolak keras adanya perundungan.
- Arahan disampaikan Mensos Saifullah Yusuf melalui Zoom Meeting.
- Arahan diberikan pada 2 September 2025 di Jakarta Pusat.
- Peserta terdiri atas kepala sekolah, wali asrama, dan wali asuh dari seluruh Indonesia.
- Gus Ipul menekankan tiga dosa besar pendidikan.
- Pertama, tidak boleh ada perundungan dari siapapun kepada siapapun.
- Kedua, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
- Ketiga, tidak boleh ada intoleransi.
- Sekolah Rakyat masih dalam tahap rintisan.
- Gus Ipul meminta tenaga kependidikan bekerja dengan empati, kesabaran, dan keteladanan.
- SRMP 28 Pasuruan memiliki 50 siswa dengan jumlah wali asuh yang masih terbatas.
- Kekurangan SDM dan sarana prasana akan dipenuhi secara bertahap.
- Gaji dan tunjangan tenaga kependidikan akan diterima sesuai ketentuan.
- Sekolah Rakyat menjadi rumah kedua bagi para siswa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.