Nasabah Premium Mulai Utamakan Perencanaan Warisan
Kebutuhan pengelolaan kekayaan nasabah high net worth bergeser dari sekadar mengakumulasi aset menjadi mencakup perlindungan kekayaan, keberlangsungan bisnis, dan perencanaan waris bagi generasi berikutnya. AIA bersama BCA merespons perubahan tersebut dengan peluncuran Prestige Pro dalam denominasi dolar Amerika Serikat untuk menjawab kebutuhan proteksi dan warisan nasab ah premium. Pertumbuhan asset under management BCA dari Rp139 triliun pada 2022 menjadi Rp339 triliun pada Juni 2026 menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap solusi pengelolaan kekayaan terus meningkat.
Poin-Poin Utama
- Nasabah HNW mulai memprioritaskan keberlangsungan bisnis dan perlindungan kekayaan.
- AIA dan BCA peluncuran produk Prestige Pro di Jakarta pada 2 Oktober.
- Laporan Agility Wealth Lens 2026 Indonesia menunjukkan prioritas utama HNW meliputi business continuity, financial freedom, health and well-being, dan comfortable retirement.
- 94% responden HNW dalam studi tersebut telah menyiapkan succession plan.
- Terdapat protection gap dalam menjaga keberlangsungan bisnis dan kekayaan keluarga.
- Prestige Pro hadir dalam denominasi dolar Amerika Serikat.
- Produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan proteksi dan legacy nasabah premium.
- AUM BCA meningkat dari Rp139 triliun pada 2022 menjadi Rp339 triliun pada Juni 2026.
- Pengelolaan kekayaan menurut BCA mencakup tiga komponen utama, yaitu asset accumulation, asset protection, dan asset transfer.
- Kerja sama distribusi bank assurance AIA dan BCA dimulai pada 2006.
- Kemitraan AIA dan BCA telah berjalan selama kurang lebih 20 tahun.
- Nasabah premium membutuhkan diversifikasi aset dalam lebih dari satu mata uang.
- Prestige Pro melengkapi produk WP Pro yang tersedia dalam denominasi rupiah.
- Harysa Prasetyo adalah Presiden Direktur AIA.
- Haryanto Budiman adalah Direktur BCA.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.