Pelaku Penipuan SMS Fake BTS di MRT Belajar Otodidak dari Telegram
Polisi menangkap lima pelaku penipuan SMS palsu menggunakan perangkat Fake BTS buatan sendiri di sepanjang rute MRT Jakarta. Para pelaku mempelajari cara mengirim SMS massal secara otodidak melalui saluran Telegram dan media sosial, lalu mengimpor sendiri peralatan teknis yang diperlukan. Mereka hanya menggunakan templat pesan yang sama untuk mengatasnamakan berbagai lembaga keuangan agar pengirim terlihat resmi, sehingga korban terkecoh mengeklik tautan berbahaya.
Poin-Poin Utama
- Direktorat Reserse Siber mengungkap bahwa pelaku mempelajari modus operandi secara otodidak melalui media sosial dan aplikasi Telegram.
- Tersangka berinisial JYI awalnya tergiur oleh penawaran di saluran Telegram mengenai metode pengiriman SMS massal.
- JYI kemudian mencoba mengimpor sendiri peralatan teknis untuk melancarkan aksinya.
- AKP Grawas Sugiharto dari Kasubdit IV Ditressiber menjelaskan kasus ini dalam konferensi pers di Jakarta.
- Polisi menangkap lima tersangka dalam kasus penyebaran SMS palsu menggunakan alat pemancar sinyal seluler buatan.
- Alat tersebut dinamakan Fake BTS dan digunakan di sepanjang rute MRT Jakarta.
- Aksi dilakukan mulai dari Bundaran HI hingga Blok M, Jakarta Selatan.
- Kasus tercium pada 31 Juli 2026 ketika polisi mencurigai mobil perak berpelat B 2755 XXX.
- Mobil tersebut melaju lambat dan berputar berulang kali di sekitar rute MRT.
- Pengemudi berinisial GM diamankan saat mengoperasikan alat Fake BTS.
- NL berperan mencari kendaraan dan pengemudi untuk operasional di lapangan.
- AGW menjadi penyandang dana seluruh kegiatan operasional kejahatan.
- JYI merupakan teknisi yang merakit perangkat Fake BTS ke dalam mobil setelah belajar dari Telegram.
- AD merupakan penentu isi pesan dan jumlah pesan yang disebarkan kepada masyarakat.
- Pelaku hanya menggunakan templat pesan yang sama untuk mengatasnamakan berbagai lembaga keuangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.