Alasan Dedi Mulyadi Setop Proyek Pusat Data AI
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyetop sementara proyek pusat data AI senilai Rp 3,5 triliun di Jatiluhur karena dokumen perizinan belum lengkap, di mana pihak konsultan belum menyerahkan data yang diperlukan untuk proses perizinan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia untuk kajian dampak lingkungan secara independen, serta memastikan warga Purwakarta tetap mendapat akses air dari Waduk Jatiluhur yang kapasitasnya masih sangat cukup. Proyek dapat dilanjutkan setelah seluruh persyaratan perizinan dan kajian yang diperlukan terpenuhi.
Poin-Poin Utama
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyetop sementara proyek pusat data AI senilai Rp 3,5 triliun di kawasan Jatiluhur.
- Penghentian proyek milik BDX Data Centers bukan disebabkan hambatan birokrasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
- Proyek dihentikan karena dokumen perizinan belum lengkap.
- Pihak konsultan belum menyerahkan data yang dibutuhkan untuk proses perizinan.
- Izin Mendirikan Bangunan untuk proyek tersebut belum keluar saat pemeriksaan.
- Provinsi Jawa Barat melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia untuk kajian dampak lingkungan secara independen.
- Akademisi UI diminta memberikan masukan terkait dampak lingkungan pembangunan pusat data AI.
- Dedi menyatakan proyek dapat dilanjutkan jika Amdal lulus dan tidak mengganggu akses air warga.
- PDAM Kabupaten Purwakarta memiliki alokasi air dari Waduk Jatiluhur sebesar 3.000 liter per detik.
- Pemanfaatan air PDAM selama bertahun-tahun baru sekitar 380 liter per detik atau 11 persen dari total alokasi.
- Proyek pusat data akan menggunakan tambahan air sebanyak 14 persen dari alokasi.
- Kunjungan mendadak ke lokasi proyek dilakukan untuk memastikan keamanan dari risiko banjir, gempa bumi, dan erupsi.
- Pemeriksaan juga mencakup kesiapan listrik dan air untuk operasional pusat data.
- Penghentian sementara bukan bertujuan menghambat investasi.
- Pembangunan dapat dilanjutkan setelah seluruh persyaratan perizinan dan kajian terpenuhi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.