"Counter-Attack" RI dan Rusia, Reformasi WTO di G20 AS Kandas
Amerika Serikat hanya berhasil mencetak satu konsensus dari empat isu prioritas dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, Wisconsin, AS. Para menteri G20 sepakat bahwa perdagangan pangan tidak boleh digunakan sebagai sarana paksaan ekonomi atau politik, sementara reformasi prinsip most favoured nation (MFN) dan penanganan overkapasitas produksi China kandas karena sejumlah negara anggota, termasuk Indonesia dan Rusia, justru menyerang balik AS.
Poin-Poin Utama
- Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 berlangsung di Hotel Pfister, Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, pada 30 September hingga 10 Oktober 2026.
- Pertemuan itu dipimpin oleh Duta Besar Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Jamieson Greer.
- Amerika Serikat hanya berhasil mencapai satu konsensus dari empat isu prioritas yang diusung dalam pertemuan tersebut.
- Keempat isu prioritas yang dibahas meliputi pangan sebagai senjata, pembaruan most favoured nation, kerja paksa dalam rantai pasok global, dan overkapasitas serta produksi secara struktural.
- Para menteri perdagangan G20 sepakat bahwa perdagangan pangan dan produk pertanian tidak boleh digunakan sebagai sarana paksaan ekonomi atau politik.
- Indonesia dan Rusia termasuk negara yang menyerang balik Amerika Serikat terkait pembahasan reformasi Organisasi Perdagangan Dunia.
- Amerika Serikat kecewa karena tidak tercapainya konsensus untuk menangani kelebihan kapasitas dan produksi yang dipraktikkan China.
- Isu pembaruan prinsip most favoured nation tidak menghasilkan konsensus dalam pertemuan tersebut.
- Beberapa menteri perdagangan G20 menyatakan ada alasan sah untuk memperlakukan mitra dagang secara berbeda, termasuk keamanan ekonomi dan standar berbasis nilai.
- Usul perubahan prinsip most favoured nation mencakup penyeimbangan kembali, perluasan pengecualian, dan peninjauan kembali Pasal XXIV Persetujuan Umum mengenai Tarif dan Perdagangan.
- Beberapa menteri mengusulkan perjanjian plurilateral yang bersifat tertutup sebagai bagian dari perubahan praktik most favoured nation.
- Ada pula usulan agar instrumen pemulihan perdagangan dapat dibuat lebih cepat, lebih otomatis, dan lebih tepat sasaran.
- Menteri Perdagangan Indonesia Budi Santoso menegaskan bahwa komoditas pangan harus menjadi fondasi martabat manusia.
- Indonesia mendorong solusi permanen untuk cadangan pangan pemerintah dan mekanisme pengaman khusus bagi negara berkembang.
- Budi Santoso menyatakan setiap negara berhak menjaga ketahanan pangan dan menjalankan kebijakan publik dengan bertanggung jawab.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.