Porsi Asing di SBN Tinggal 13 Persen, Kemenkeu: Lebih Tahan Gejolak Global
Porsi investor asing dalam kepemilikan SBN turun drastis menjadi sekitar 13-14 persen dari hampir 40 persen sepuluh tahun lalu, menjadikan pembiayaan pemerintah lebih dominan dari investor domestik. Kondisi ini diyakini dapat mengurangi kerentanan pasar keuangan Indonesia terhadap gejolak sentimen global di pasar uang dan valuta asing. Pemerintah tetap akan menjaga defisit dan pembiayaan dalam batas aman dengan Pengelolaan utang yang menjaga imbal hasil tetap menarik tanpa membebani biaya utang yang terlalu besar.
Poin-Poin Utama
- Porsi investor asing dalam kepemilikan SBN kini tinggal 13–14 persen.
- Porsi investor asing turun drastis dari hampir 40 persen sekitar 10 tahun lalu.
- Pembiayaan pemerintah saat ini lebih banyak ditopang investor domestik.
- Data DJPPR per 15 September 2026 mencatat kepemilikan asing di SBN sebesar 13,09 persen.
- Nilai kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 904,39 triliun.
- SUN mendominasi kepemilikan asing dengan nilai Rp 885,98 triliun.
- SBSN milik investor asing tercatat Rp 18,41 triliun.
- Turunnya porsi asing dapat mengurangi kerentanan pasar keuangan Indonesia.
- Pasar uang Indonesia menjadi kurang rentan terhadap perubahan sentimen global.
- Pasar valuta asing Indonesia menjadi lebih stabil seiring penurunan porsi asing.
- Strategi pembiayaan pemerintah fokus pada pembiayaan dari dalam negeri.
- Pembiayaan dalam negeri relatif tidak rentan terhadap gejolak global.
- Pemerintah tetap menjaga defisit dan pembiayaan dalam batas aman.
- Pengelolaan utang bertujuan menjaga yield SBN tetap menarik.
- Pemerintah berupaya menjaga agar biaya utang tidak terlalu besar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.