Anak Gajah Mati di Kawasan Konsesi Jambi, BKSDA Turun Tangan
Seekor anak gajah sumatra jantan berusia di bawah dua tahun ditemukan mati di kawasan konsesi PT Lestari Asri Jaya, Kabupaten Tebo, Jambi, dan BKSDA Jambi bersama Gakkum Kehutanan Sumatera melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Hasil uji laboratorium dari Institut Pertanian Bogor menyatakan negatif virus EEHV yang kerap menyerang anak gajah, namun menemukan adanya zat asing yang tidak terdapat pada sumber makanan alami gajah. BKSDA Jambi masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan dari Balai Veteriner Bukittinggi untuk menentukan penyebab kematian satwa tersebut.
Poin-Poin Utama
- Seekor anak gajah sumatra ditemukan mati di kawasan konsesi PT Lestari Asri Jaya, Kabupaten Tebo, Jambi.
- Anak gajah tersebut berjenis kelamin jantan dan berusia di bawah dua tahun.
- BKSDA Jambi dan Gakkum Kehutanan Sumatera turun tangan melakukan penyelidikan.
- Kematian pertama kali diketahui petugas pada akhir Agustus.
- Hasil uji laboratorium IPB menyatakan negatif untuk virus elephant endotheliotropic herpesvirus (EEHV).
- Hasil histologi dari Balai Besar Veteriner Bogor menemukan zat asing yang tidak terdapat pada sumber makanan alami gajah.
- BKSDA Jambi masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan dari Balai Veteriner Bukittinggi.
- Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan proses penyelidikan masih berjalan.
- Himawan tidak dapat menjelaskan secara rinci kandungan zat asing tersebut demi kelancaran penyidikan.
- Pengujian laboratorium dari Balai Veteriner Bukittinggi diperkirakan keluar dalam waktu dekat.
- Hasil dari Balai Veteriner Bukittinggi akan disandingkan dengan hasil laboratorium dari Bogor.
- Penyelidikan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian karena pengujian masih berlanjut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.