Donald Trump Konfirmasi Penarikan Pesawat Bom AS dari Pangkalan RAF Fairford Akibat Ancaman Keamanan
1 dari pangkalan RAF Fairford di Inggris akibat adanya ancaman keamanan, dengan pemindahan dilakukan secara mendesak kembali ke pangkalan utama di Amerika Serikat. Otoritas AS menduga ancaman tersebut terkait upaya sabotase atau serangan terhadap aset militer bernilai tinggi, dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengindikasikan kemungkinan keterlibatan Iran, meskipun Tehran menolak tuduhan tersebut. Keputusan ini dipandang mengurangi kapasitas respons cepat Angkatan Udara AS untuk melakukan serangan udara di kawasan Timur Tengah dari pangkalan tersebut.
Poin-Poin Utama
- Trump mengonfirmasi penarikan pesawat bom B-1 dari pangkalan RAF Fairford akibat ancaman keamanan.
- Belasan jet tempur jenis B-1 dipindahkan kembali ke pangkalan utamanya di Amerika Serikat.
- Penarikan pesawat berlangsung sangat mendesak sehingga beberapa pesawat lepas landas tanpa pesawat tanker pengisi bahan bakar.
- Insiden keamanan terjadi pada 27 September di dekat pangkalan RAF Fairford, Gloucestershire.
- Kepolisian setempat memeriksa tiga kendaraan mencurigakan di sekitar pangkalan.
- Kepolisian anti-teror Inggris menahan lima pria dan seorang warga negara Inggris-Iran.
- Keenam orang tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan.
- Wakil Presiden JD Vance menyatakan keputusan penarikan diambil demi keselamatan personel.
- Trump menyatakan Washington mengetahui pihak yang melontarkan ancaman namun tidak menyebutkan secara spesifik.
- Sekretaris Negara Marco Rubio memberikan keterangan lebih berhati-hati dengan menyebut pemindahan aset sebagai hal lumrah dalam rotasi operasional.
- Washington berspekulasi ancaman dapat berupa upaya sabotase atau serangan langsung terhadap pesawat militer.
- Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan adanya indikasi kuat keterlibatan Iran dalam insiden di RAF Fairford.
- Pemerintah Iran membantah keras tuduhan keterlibatan dalam insiden tersebut.
- Pada Juli, Iran memperingatkan bahwa setiap pangkalan yang digunakan untuk agresi terhadap wilayahnya akan menjadi target militer.
- Analis Christoph Bergs menilai relokasi ini mengurangi kapasitas respons cepat AS di kawasan Timur Tengah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.