Meniru Jepang, BGN Uji Coba MBG Model Prasmanan di Sekolah
Badan Gizi Nasional mengembangkan model penyajian prasmanan untuk Program Makan Bergizi Gratis dengan meniru sistem penyediaan makanan sekolah di Jepang. Uji coba model ini telah dilakukan di lebih dari 60 dapur, di mana makanan disajikan langsung di kelas agar tetap hangat, segar, dan mengurangi food waste. BGN masih terus mengevaluasi kesiapan dapur, sekolah, dan sumber daya manusia sebelum menerapkan model prasmanan secara lebih luas.
Poin-Poin Utama
- Badan Gizi Nasional mengembangkan model penyajian MBG dengan sistem prasmanan.
- Model prasmanan meniru sistem penyediaan makanan sekolah di Jepang.
- Uji coba prasmanan dimulai pada 5 Februari 2025.
- Lebih dari 60 dapur telah menjalani uji coba model prasmanan.
- Makanan disajikan langsung di kelas dalam kondisi hangat.
- Model prasmanan mengurangi jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi.
- Penyajian langsung di kelas meningkatkan kesegaran makanan.
- Sistem prasmanan berpotensi mengurangi makanan yang terbuang.
- Penerima manfaat dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan masing-masing.
- Sekolah dilibatkan dalam pelaksanaan penyajian prasmanan.
- Siswa dapat dilibatkan secara terjadwal dalam proses pelayanan prasmanan.
- Badan Gizi Nasional mempelajari praktik penyelenggaraan makan di berbagai negara.
- Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan selama pelaksanaan.
- Hasil evaluasi menjadi dasar pengembangan model prasmanan secara lebih luas.
- Kesiapan dapur, sekolah, dan sumber daya manusia menjadi pertimbangan utama pengembangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.