Cerita Warga Banten Alami Gempa Kecil saat Erupsi Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi intensif pada 4-6 September, menghasilkan dentuman keras yang dirasakan warga Banten hingga menimbulkan sensasi gempa kecil. Abu vulkanik dari erupsi terbawa angin dan berdampak hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, menyebabkan 7 bandara ditutup sementara. Masyarakat diimbau mengenakan masker saat beraktivitas di luar dan menjauhi area kawah dalam radius 3 kilometer.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau erupsi pada Minggu (6/9) dini hari.
- Warga Karyawangi, Pulosari, Pandeglang, Banten mendengar dentuman keras saat erupsi.
- Warga merasakan gempa kecil dengan jendela bergetar saat gunung memuntahkan lahar panas.
- Abu vulkanik menyelimuti halaman, teras rumah, dan kendaraan warga dengan debu hitam.
- Abu kembali menutup permukaan setelah dibersihkan.
- Warga Kaligandu, Cilegon mengalami iritasi mata saat berkendara akibat abu vulkanik.
- Abu vulkanik tetap masuk ke dalam rumah meskipun jendela dan pintu ditutup.
- Abu vulkanik berwarna hitam.
- Erupsi intensif tercatat mulai Jumat malam (4/9).
- Aktivitas letusan berlanjut pada Sabtu (5/9) pukul 23.07 WIB.
- Satu letusan terekam Minggu pukul 03.53 WIB dengan amplitudo maksimum 46 mm.
- Abu vulkanik terbawa angin hingga wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
- Tujuh bandara ditutup sementara akibat abu vulkanik.
- Masyarakat diimbau mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
- Masyarakat diimbau tidak mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.