Beranda Rabu, 7 Oktober 2026

!online

Olahraga Netral

Jumlah Laga dan Dana Jadi Tantangan Keberlanjutan Klub IBL

Rabu, 7 Oktober 2026, 06:15 WIB Sumber: Republika Dibaca 8 kali
Ukuran:

Keberlanjutan klub IBL menghadapi tantangan karena biaya operasional berjalan sepanjang tahun sementara kompetisi hanya berlangsung beberapa bulan. Rans Simba Bogor menghabiskan anggaran sekitar Rp15 miliar per musim dan meski didukung nama besar seperti Raffi Ahmad, klub tetap kesulitan mencari sponsor dan menutupi kekurangan dengan dana pribadi pemilik. Penambahan jumlah laga dan format home-away dinilai dapat memberikan kesempatan pemain lebih banyak tampil sekaligus membuka peluang pendapatan komersial bagi klub, meskipun biaya operasional tambahan tetap perlu diperhitungkan dengan matang.

Poin-Poin Utama

  • Biaya operasional klub basket profesional tetap berjalan sepanjang tahun meski kompetisi hanya berlangsung beberapa bulan.
  • Co-Owner Rans Simba Bogor, Norman, berharap jumlah pertandingan IBL dalam satu musim ditambah.
  • Rans Simba Bogor menghabiskan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk satu musim IBL.
  • Pemilik Rans Simba Bogor meliputi Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Wulan Guritno.
  • Rans Simba Bogor tetap kesulitan mendapatkan sponsor meskipun didukung pemilik berprofil tinggi.
  • Kekurangan anggaran klub ditutupi pemilik melalui dana pribadi.
  • Pemain digaji selama satu tahun tetapi hanya bermain selama beberapa bulan dalam satu musim.
  • Rans Simba Bogor membukukan keuntungan tipis pada musim 2026.
  • Norman mengusulkan kemungkinan penetapan pembatasan gaji pemain.
  • Penambahan jumlah laga memberikan kesempatan pemain tampil lebih banyak.
  • Format kandang dan tandang membuka peluang pendapatan dari tiket, sponsor, dan kegiatan pendukung.
  • IBL mempertahankan format kandang dan tandang pada musim 2027.
  • Penambahan pertandingan harus memperhitungkan biaya perjalanan, penyewaan arena, dan akomodasi.
  • Norman mengusulkan peluang kembali menggunakan format series untuk menghemat anggaran klub.
  • Fictor Gideon Roring berharap IBL tidak kembali menggunakan format series.
Tagar Terkait
#basket#ibl#rans simba bogor
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya