Beranda Rabu, 7 Oktober 2026

!online

Tekno Netral

Implementasi Smart Farming Berbasis IoT Tingkatkan Efisiensi Budidaya Jamur dan Tanaman Obat Keluarga

Rabu, 7 Oktober 2026, 06:11 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 7 kali
Ukuran:

HMPS S1 Farmasi Universitas Pelita Harapan menerapkan teknologi smart farming berbasis sensor kelembapan tanah dan suhu udara untuk membantu Kelompok Wanita Tani Cempaka Batan Indah di Tangerang Selatan dalam proses penyiraman kumbung jamur dan tanaman obat keluarga secara otomatis. Program ini berhasil memperoleh hibah sebesar Rp22,5 juta dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan 2026 dan pendanaan pendamping Rp6,5 juta dari UPH, yang utamanya ditujukan untuk mengurangi beban fisik anggota kelompok yang mayoritas berusia lanjut. Dengan sistem penyiraman yang hanya aktif saat tanaman membutuhkan air, produktivitas kelompok diharapkan meningkat tanpa menguras tenaga para lansia sekaligus menjadi percontohan bagi kelompok tani perkotaan lainnya.

Poin-Poin Utama

  • KWT Cempaka Batan Indah di Kelurahan Kademangan, Tangerang Selatan membudidayakan jamur dan tanaman obat keluarga (TOGA).
  • Kelompok ini mengolah bunga telang menjadi minuman teh.
  • Proses penyiraman dan perawatan kumbung jamur dilakukan secara manual.
  • Mayoritas anggota kelompok berusia 58 hingga 70 tahun.
  • HMPS S1 Farmasi Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan solusi melalui smart farming.
  • Proposal berjudul "Implementasi Teknologi Smart Farming melalui Pemanfaatan Air Limbah Daun untuk Meningkatkan Efisiensi Tenaga Kerja Kelompok Wanita Tani Kelurahan Kademangan".
  • Proyek ini mendapat hibah Rp22,5 juta melalui Program PPK Ormawa 2026 dari Kemdiktisaintek RI.
  • UPH memberikan pendanaan pendamping sebesar Rp6,5 juta.
  • PPK Ormawa mendorong organisasi kemahasiswaan untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
  • Sebanyak 226 judul subproposal dari 105 perguruan tinggi lolos seleksi PPK Ormawa 2026.
  • FIKES UPH memiliki hubungan erat dengan KWT Cempaka Batan Indah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
  • Sistem penyiraman manual dinilai kurang efektif bagi para lansia yang mengelola lahan.
  • Teknologi smart farming menggunakan sensor kelembapan tanah dan suhu udara yang terintegrasi dengan sistem penyiraman otomatis.
  • Sistem penyiraman otomatis aktif saat tanaman membutuhkan air.
  • Program ini diharapkan meningkatkan produktivitas KWT dan menjadi percontohan bagi kelompok tani perkotaan lain.
Tagar Terkait
#iot#universitas pelita harapan#smart farming#jamur#tanaman obat keluarga#kwt cempaka batan indah#ppk ormawa
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya