Israel Tolak Akses Komisi Pemilihan Palestina ke Gaza dan Yerusalem Timur
Israel menolak memberikan izin kepada perwakilan Komisi Pemilihan Pusat Palestina untuk memasuki Gaza dan Yerusalem Timur menjelang pemilu legislatif yang dijadwalkan pada 28 November, yang akan menjadi pemilu legislatif Palestina pertama sejak 2006. Sekitar 2,97 juta warga Palestine tersebar di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur, dengan Hamas sebagai pemenang pemilu sebelumnya pada 2006. Otoritas Palestine menyatakan menyiapkan mekanisme alternatif berupa pembentukan Dewan Nasional Palestine melalui konsensus jika pemilu tidak dapat berlangsung.
Poin-Poin Utama
- Israel menolak memberikan izin kepada perwakilan Komisi Pemilihan Pusat Palestina untuk memasuki Gaza dan Yerusalem Timur.
- Penolakan tersebut menjelang pemilihan legislatif Palestina yang dijadwalkan pada akhir November.
- Informasi disampaikan oleh sumber Palestina pada 6 Oktober.
- Kantor berita Wafa mengutip sumber resmi yang tidak disebutkan namanya mengenai penolakan tersebut.
- Israel menolak masuknya anggota komisi yang bertugas mengawasi proses pemilihan.
- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menetapkan 28 November sebagai tanggal pelaksanaan pemilihan legislatif.
- Pemilihan legislatif tersebut mencakup Yerusalem Timur, Tepi Barat yang diduduki, dan Gaza.
- Jika terlaksana, pemilu tersebut akan menjadi pemilu legislatif Palestina pertama sejak 2006.
- Komisi Pemilihan Pusat Palestina membuka pendaftaran pemilih pada 26 September.
- Dalam empat hari pertama, tercatat delapan permohonan masuk.
- Pendaftaran dijadwalkan berlangsung hingga 13 Oktober.
- Hussein al-Sheikh menyiapkan mekanisme alternatif apabila pemilu tidak dapat gelar.
- Sekitar 2,97 juta warga Palestina memiliki hak suara dalam pemilu tersebut.
- Jumlah pemilih mencakup 1,59 juta di Tepi Barat, 1,24 juta di Gaza, dan 140.000 di Yerusalem.
- Pemilihan legislatif terakhir Palestina gelar pada 2006 dan dimenangkan Hamas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.