Siapa Bally Bagayoko? Wali Kota Muslim di Prancis yang Melindungi Demonstran saat Diserang Polisi
Bally Bagayoko, Wali Kota Saint Denis, Prancis, terkena gas air mata saat melindungi mahasiswa yang memprotes kurangnya investasi di sekolah negeri dari police anti huru hara di Paris. Ia menyerukan deeskalasi dan mendesak Presiden Macron serta Menteri Dalam Negeri membuka negosiasi dengan organisasi mahasiswa. Bagayoko membantah tuduhan bahwa ia mendorong kerusuhan, dengan menyatakan video yang beredar telah diedit dan tidak menunjukkan konteks utuh.
Poin-Poin Utama
- Bally Bagayoko adalah Wali Kota Saint Denis di Prancis.
- Ia terkena gas air mata saat melindungi mahasiswa yang melakukan protes di Paris.
- Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata ke arah massa.
- Di seluruh Prancis, siswa memprotes kurangnya investasi di sekolah negeri.
- Demonstrasi meningkat pada tanggal 6 Oktober setelah puluhan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan.
- Pengunjuk rasa menuntut pendanaan yang lebih baik dan perbaikan kondisi sekolah.
- Bagayoko adalah anggota sayap kiri La France Insoumise.
- Ia bergabung dalam protes di Paris pada hari Selasa.
- Video menunjukkan Bagayoko berdiri di antara pengunjuk rasa dan personel polisi.
- Usianya 53 tahun.
- Ia kemudian menerima larutan garam untuk meredakan iritasi pada matanya.
- Ia menyerukan deeskalasi dan memperingatkan bahwa pengerahan polisi dapat memperburuk ketegangan.
- Ia mendesak Presiden Emmanuel Macron dan Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez membuka negosiasi.
- Ia publicly supported students protesting crowded classrooms, teacher shortages, dan inadequate school facilities.
- Otoritas Prancis mengkritik dukungan Bagayoko terhadap mahasiswa.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.