Jari Tangan Hansip di Cirebon Putus Diserang Babi Hutan yang Masuk Permukiman Warga
Seekor babi hutan menggegerkan warga Desa Sigong, Kabupaten Cirebon, dengan menyerang tiga orang termasuk seorang petugas Linmas yang jari tangannya putus saat berusaha menangkap satwa liar tersebut di permukiman warga. Babi hutan itu awalnya masuk ke peternakan kambing di DTSun 4, kemudian dikejar warga hingga berlari ke DTSun 2, di mana situasi menjadi kacau karena satwa itu melawan saat akan ditangkap. Perangkat desa dan Damkar setempat menduga babi hutan tersebut turun dari kawasan hutan karena musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan makanan di hutan menipis.
Poin-Poin Utama
- Peristiwa terjadi di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, pada Kamis (8/10/2026).
- Seekor babi hutan masuk ke permukiman warga dan melukai sejumlah orang.
- Babi hutan awalnya memasuki peternakan kambing di DTSun 4.
- Warga mengejar babi hutan hingga ke permukiman DTSun 2.
- Binatang itu bersembunyi di bawah kandang kambing milik warga.
- Pemilik kandang meminta bantuan warga dan petugas Linmas untuk menangkapnya.
- Babi hutan menyerang balik saat akan ditangkap.
- Jari manis tangan petugas Linmas putus akibat serangan tersebut.
- Tiga orang menjadi korban serangan babi hutan yang mengamuk.
- Petugas Linmas yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Gunung Jati.
- Babi hutan akhirnya berhasil ditangkap dan diikat pada sebatang kayu.
- Perangkat Desa Sigong Mulyadi menyatakan tidak mengetahui pasti asal babi hutan itu.
- Danru Damkar Lemahabang M Imron membenarkan satwa tersebut bersikap agresif.
- Diduga babi hutan berasal dari kawasan hutan dan masuk permukiman untuk mencari makanan.
- Kemarau panjang diyakini menyebabkan ketersediaan makanan di hutan menurun.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.