Beranda Jumat, 9 Oktober 2026

!online

Internasional Netral

Nicolas Maduro dan Cilia Flores Didakwa Lakukan Penyiksaan Warga AS

Jumat, 9 Oktober 2026, 11:10 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 10 kali
Ukuran:

Jaksa federal Amerika Serikat secara resmi mendakwa mantan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores atas tuduhan konspirasi melakukan penyiksaan terhadap warga negara Amerika Serikat, dengan menambahkan dakwaan tersebut ke dalam surat dakwaan tambahan yang juga mencakup tuduhan perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata. Jaksa menuduh pasangan tersebut membangun sistem represi yang melibatkan kekerasan, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan tahanan untuk mempertahankan kekuasaan, dengan Flores diduga memegang peran penting dalam memerintahkan dan memantau penyiksaan tersebut. Meski Maduro dan Flores membantah semua tuduhan dan akan menghadapi persidangan pada Juni 2027, ratusan tahanan politik telah dibebaskan melalui undang-undang amnesti, namun lebih dari 300 orang masih mendekam di penjara menurut kelompok hak asasi manusia Foro Penal.

Poin-Poin Utama

  • Jaksa federal Amerika Serikat mendakwa Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores atas tuduhan konspirasi melakukan penyiksaan.
  • Maduro berusia 63 tahun dan Flores berusia 69 tahun.
  • Keduanya saat ini mendekam di pusat penahanan di Brooklyn.
  • Pasukan AS menangkap mereka dalam operasi penggerebekan di Caracas, Venezuela, pada Januari.
  • Mereka juga menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba dan kepemilikan senjata.
  • Surat dakwaan tambahan menyebutkan pasangan tersebut membangun sistem represi untuk mempertahankan kekuasaan.
  • Sistem represi tersebut melibatkan kekerasan terhadap oposisi politik, penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan tahanan.
  • Cilia Flores dianggap sangat krusial dalam pengembangan sistem represif tersebut.
  • Flores diduga memerintahkan penyiksaan dan menerima laporan rutin tentang kondisi tahanan.
  • Hakim menolak permohonan Flores untuk dialihkan menjadi tahanan rumah.
  • Javier Tarazona menceritakan pengalamannya ditahan di sel hukuman sempit selama 46 hari.
  • Ángel Godoy mengaku diisolasi selama berbulan-bulan tanpa akses komunikasi dengan keluarganya.
  • Delcy Rodríguez mengambil alih kepemimpinan sementara Venezuela dengan dukungan AS.
  • Kelompok hak asasi manusia Foro Penal mencatat lebih dari 300 orang masih mendekam di penjara.
  • Persidangan Maduro dijadwalkan pada Juni 2027.
Tagar Terkait
#amerika serikat#hak asasi manusia#venezuela#maduro#cilia flores#penyiksaan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya