Menyiapkan Wirausahawan Muda yang Tangguh dari Kampus
Perguruan tinggi di Indonesia memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa melalui program pengembangan bisnis dan program studi khusus kewirausahaan untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang rasionya masih rendah sebesar 3,35 persen dibandingkan Malaysia (4,74%), Singapura (8,76%), dan Amerika Serikat (12%). Contoh keberhasilan pendidikan kewirausahaan ditunjukkan oleh Andi Gita Namira Haris yang mendirikan Arta Mobile, perusahaan penyedia layanan e-SIM untuk perjalanan ke luar negeri termasuk umrah dan haji, setelah menyelesaikan pendidikan di SBM ITB dan Babson College Amerika Serikat. Ketua Program Studi Kewirausahaan Universitas Brawijaya Ana Sofia Aryati menyatakan bahwa program studi kewirausahaan terus berkembang sejak 1990-an sebagai mata kuliah pilihan hingga menjadi prodi khusus yang mempersiapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi.
Poin-Poin Utama
- Andi Gita Namira Haris (28) asal Makassar mendirikan Arta Mobile, perusahaan penyedia layanan e-SIM untuk akses internet saat bepergian ke luar negeri.
- Arta Mobile menawarkan layanan terjangkau dan mudah digunakan bagi berbagai kalangan, termasuk lansia.
- Salah satu pasar utama Arta Mobile ialah masyarakat Indonesia yang menunaikan ibadah umrah dan haji.
- Arta Mobile dijalankan oleh enam karyawan yang tersebar dari Makassar ke sejumlah daerah termasuk luar negeri.
- Gita lulus SMA pada 2014 dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.
- Usaha pertama Gita berupa platform digital mempertemukan penata rias dan penata rambut dengan konsumen.
- Usaha platform digital tersebut ditutup setelah dua tahun beroperasi akibat pandemi Covid-19.
- Gita melanjutkan pendidikan magister administrasi bisnis di Babson College, Amerika Serikat, dengan beasiswa LPDP.
- Rasio kewirausahaan Indonesia tercatat 3,35 persen menurut Kementerian Perdagangan.
- Rasio kewirausahaan Malaysia 4,74 persen, Singapura 8,76 persen, dan Amerika Serikat 12 persen.
- Data perbandingan rasio kewirausahaan tersebut disampaikan pada 17 April 2025.
- Program Studi Kewirausahaan Universitas Brawijaya dibuka pada 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
- Pada 1990-an kewirausahaan hanya menjadi mata kuliah pilihan bagi mahasiswa ekonomi.
- Pada 2000-an mata kuliah kewirausahaan mulai diwajibkan di perguruan tinggi.
- Tingkat persaingan masuk program studi kewirausahaan saat ini sebanding dengan program studi lain di fakultas ekonomi dan bisnis.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.