Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Netral

Lembah Kematian Riset

Kamis, 10 September 2026, 11:08 WIB Sumber: Republika Dibaca 2 kali
Ukuran:

Kepala BRIN Arif Satria menyoroti fenomena 'Lembah Kematian' riset, jurang antara temuan akademik di kampus dan kebutuhan industri yang membuat banyak inovasi berhenti sebagai prototipe atau laporan tanpa pernah sampai ke pasar karena masalah teknologi, pendanaan, fasilitas produksi, dan regulasi. Sebagai contoh penyempitan jurang tersebut, Research Park di IIT Madras, India, mempertemukan kampus dengan industri dan startup sehingga Agnikul Cosmos berhasil mengembangkan mesin roket 3D printed yang terbang suborbital pada 2024 lewat akses ke fasilitas, keahlian, jaringan, dan inkubasi kampus. Pelajaran utamanya adalah inovasi bukan sekadar penemuan, melainkan perjalanan panjang dari riset ke produk yang membutuhkan ekosistem hilir yang menghubungkan pengetahuan dengan pasar.

Poin-Poin Utama

  • Kepala BRIN Arif Satria menyoroti fenomena "Lembah Kematian" riset dalam Kick-Off IISE 2026 di Jakarta pada Selasa (8/9/2026).
  • Mendiktisaintek Brian Yuliarto membahas masalah serupa sebulan sebelumnya di peluncuran Program PRIMA.
  • "Lembah Kematian" merujuk pada jurang antara temuan peneliti dan kebutuhan industri.
  • Banyak riset berhenti di tahap prototipe, laporan, atau seminar tanpa berlanjut ke produk.
  • Istilah technology valley of death dikenal luas dalam literatur inovasi global.
  • Kegagalan terjadi pada tahap transisi dari prototipe matang ke produksi, sertifikasi, pendanaan, dan pasar.
  • Laboratorium beroperasi dengan logika pengetahuan, sedangkan industri beroperasi dengan logika nilai.
  • Lembah Kematian memiliki empat jurang: teknologi, pendanaan, industri, dan regulasi.
  • IIT Madras Chennai memiliki Research Park yang mempertemukan kampus, industri, dan startup.
  • Startup Agnikul Cosmos tumbuh dari ekosistem Research Park IIT Madras.
  • Agnikul mengembangkan teknologi roket termasuk mesin dengan 3D printing.
  • Pada 2024 Agnikul berhasil melakukan penerbangan suborbital dengan mesin roket single-piece 3D printed.
  • Penerbangan dilakukan dari landasan peluncuran privat di Sriharikota.
  • Agnikul memperoleh akses ke keahlian dosen, fasilitas riset, jaringan industri, inkubasi, dan hubungan dengan ISRO.
  • Inovasi membutuhkan ekosistem hilir, bukan sekadar penemuan awal.
Tagar Terkait
#brin#industri#inovasi#riset#startup#lembah kematian#ekosistem hilir
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya