Anak Krakatau Berstatus Siaga, Ini Kata BPBD Lampung
Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan status menjadi Siaga pasca erupsi pada Jumat malam, namun berdasarkan pemantauan citra satelit Terminal BMKG Lampung belum terpantau dampak langsung abu vulkanik terhadap wilayah Provinsi Lampung. BPBD Provinsi Lampung melarang masyarakat memasuki radius lima kilometer dari pusat erupsi serta mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan instansi berwenang, dan memantau informasi dari sumber terpercaya seperti Pusdalops BPBD Provinsi Lampung.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan status menjadi Siaga pasca erupsi pada Jumat (9/10) malam.
- BPBD Provinsi Lampung menyatakan belum ada dampak langsung abu vulkanik terhadap wilayahnya.
- Pemantauan citra satelit melalui Terminal BMKG Lampung hingga 10 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB belum menunjukkan dampak langsung.
- Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki maupun melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
- Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava.
- Erupsi sekunder dapat terjadi akibat kontak material lava bersuhu tinggi dengan air laut maupun air hujan.
- Masyarakat diminta menyiapkan dan menggunakan masker sesuai kondisi paparan abu vulkanik.
- Beberapa kali hujan telah terjadi yang dapat mengurangi dampak abu vulkanik.
- Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
- Masyarakat diharapkan tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
- Masyarakat dianjurkan mengikuti arahan dari instansi berwenang.
- Informasi resmi dapat dipantau melalui Pusdalops BPBD Provinsi Lampung.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.