Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang
Kelompok Houthi, Yaman, menyerang Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, dengan rudal, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi sebagai respons atas serangan tersebut. Kedutaan besar negara-negara asing, termasuk Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat, memperingatkan warga negara mereka untuk menjauhi bandara dan mematuhi instruksi keamanan setempat.
Poin-Poin Utama
- Kelompok Houthi dari Yaman menyerang Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, dengan rudal.
- Sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan tersebut.
- 309 orang lainnya mengalami luka-luka.
- Informasi ini disampaikan oleh otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.
- Kantor berita AFP memberitakan serangan pada Minggu, 11 Oktober 2026.
- Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan terhadap Houthi.
- Trump menyatakan bahwa pemerintahannya mungkin akan bertindak terhadap kelompok Houthi.
- Trump mengatakan keputusan akan diambil setelah pemerintah mengetahui informasi terbaru.
- Trump mengklaim bahwa respons pemerintahannya sangat cepat.
- Kedutaan besar negara-negara asing memperingatkan warganya untuk menjauhi Bandara Riyadh.
- Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat termasuk negara yang mengeluarkan peringatan.
- Kedutaan Spanyol melalui platform X menyebutkan serangan baru yang dilakukan kelompok Houthi.
- Sumber diplomatik menyatakan kelompok Houthi menghantam bandara sekitar pukul 12.00 waktu setempat.
- Para saksi mata mengatakan perintah evakuasi telah dikeluarkan di bandara.
- Kelompok Houthi diketahui didukung oleh Iran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.