Konflik Yaman Melampaui Perang Proksi
negara yang terlibat perlu mengupayakan gencatan senjata baru, melibatkan seluruh faksi Yaman dalam perundingan, serta menekan Arab Saudi dan Iran agar mengurangi dukungan militer agar perdamaian dapat tercapai.
Poin-Poin Utama
- Serangan rudal dan drone Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang.
- Insiden itu mencatat angka korban terbesar di Arab Saudi sejak 2015.
- Serangan juga menyasar bandara di Dammam dan Riyadh.
- Rudal pelacak emisi elektrotermal dan drone Houthi mampu menembus sistem pertahanan udara Arab Saudi.
- Pertahanan Arab Saudi semakin rentan akibat keterbatasan amunisi pencegat.
- Amerika Serikat terpecah perhatian karena perang di Iran, sementara Eropa menghadapi perang Ukraina-Rusia.
- Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 runtuh pada Juli 2026.
- Houthi mengancam fasilitas strategis Saudi, termasuk fasilitas Aramco.
- Koalisi pimpinan Riyadh menggempur posisi Houthi dan mendukung serangan pasukan Pemerintah Yaman.
- Houthi merebut Sana'a pada 2014.
- Arab Saudi memimpin intervensi militer pada 2015.
- Dukungan Iran memperkuat kemampuan militer Houthi.
- Serangan terhadap infrastruktur dan warga sipil memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
- PBB perlu memulihkan gencatan senjata dan menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan.
- Perundingan perdamaian perlu melibatkan sebanyak mungkin faksi di Yaman.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.