Beranda Selasa, 13 Oktober 2026

!online

Politik Netral

Konflik Yaman Melampaui Perang Proksi

Selasa, 13 Oktober 2026, 06:03 WIB Sumber: Kompas Dibaca 10 kali
Ukuran:

negara yang terlibat perlu mengupayakan gencatan senjata baru, melibatkan seluruh faksi Yaman dalam perundingan, serta menekan Arab Saudi dan Iran agar mengurangi dukungan militer agar perdamaian dapat tercapai.

Poin-Poin Utama

  • Serangan rudal dan drone Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang.
  • Insiden itu mencatat angka korban terbesar di Arab Saudi sejak 2015.
  • Serangan juga menyasar bandara di Dammam dan Riyadh.
  • Rudal pelacak emisi elektrotermal dan drone Houthi mampu menembus sistem pertahanan udara Arab Saudi.
  • Pertahanan Arab Saudi semakin rentan akibat keterbatasan amunisi pencegat.
  • Amerika Serikat terpecah perhatian karena perang di Iran, sementara Eropa menghadapi perang Ukraina-Rusia.
  • Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 runtuh pada Juli 2026.
  • Houthi mengancam fasilitas strategis Saudi, termasuk fasilitas Aramco.
  • Koalisi pimpinan Riyadh menggempur posisi Houthi dan mendukung serangan pasukan Pemerintah Yaman.
  • Houthi merebut Sana'a pada 2014.
  • Arab Saudi memimpin intervensi militer pada 2015.
  • Dukungan Iran memperkuat kemampuan militer Houthi.
  • Serangan terhadap infrastruktur dan warga sipil memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman.
  • PBB perlu memulihkan gencatan senjata dan menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan.
  • Perundingan perdamaian perlu melibatkan sebanyak mungkin faksi di Yaman.
Tagar Terkait
#iran#arab saudi#houthi#yaman#konflik#timur tengah#gencatan senjata#perang proksi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya