Operasional Bandara Riyadh Masih Lumpuh Akibat Serangan Houthi
Otoritas Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah kelompok Houthi melancarkan serangan udara yang menewaskan belasan orang dan melukai ratusan lainnya. Koalisi militer pimpinan Saudi berhasil mencegat rudal balistik yang kembali ditembakkan Houthi ke Riyadh pada Senin. KBRI Riyadh menyatakan belum ada WNI yang terdampak namun terus memantau situasi dan mengimbau warga Indonesia di Riyadh agar meningkatkan kewaspadaan serta menghindari area bandara.
Poin-Poin Utama
- Serangan Houthi menewaskan sedikitnya 13 orang di Bandara Internasional King Khalid Riyadh.
- Sedikitnya 300 orang luka-luka akibat serangan tersebut.
- Korban Tewas berasal dari Arab Saudi, Bangladesh, Mesir, Yordania, Pakistan, Suriah, Sudan, dan Amerika Serikat.
- Serangan udara Houthi terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
- Serangan udara Houthi berlanjut pada Ahad, 11 Oktober 2026.
- Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperpanjang penangguhan operasional bandara.
- Pengumuman perpanjangan penangguhan dirilis pada Senin, 12 Oktober 2026.
- Penangguhan diterapkan untuk memverifikasi keamanan fasilitas dan kesiapan operasional bandara.
- Koalisi militer pimpinan Arab Saudi berhasil mencegat rudal balistik Houthi pada Senin.
- Sejumlah negara Arab mengecam serangan Houthi.
- KBRI Riyadh belum menerima laporan tentang WNI terdampak serangan.
- KBRI Riyadh menganjurkan WNI menjaga kewaspadaan dan menjauhi area bandara.
- WNI diminta mengecek ulang jadwal penerbangan dengan maskapai sebelum ke bandara.
- KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi terkait kondisi WNI.
- Penangguhan bandara berlaku sampai pemeriksaan dan penilaian selesai.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.