Budi Arie Bela Gibran: Kesalahan Apa yang Dia Lakukan? Tak Ada yang Palsu, Cuma Berbeda
Gibran dalam Pemilihan Presiden 2024. Menurut Budi Arie, perdebatan mengenai latar belakang pendidikan Gibran tidak seharusnya berubah menjadi penghakiman moral tanpa dasar yang jelas, terlebih mengingat perbedaan sistem pendidikan di luar negeri. Ia menekankan bahwa tidak tepat menggunakan perspektif sistem pendidikan Indonesia untuk menilai seseorang yang bersekolah di luar negeri.
Poin-Poin Utama
- Budi Arie Setiadi adalah Ketua Umum PROJO.
- Dia membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
- Desakan agar Gibran mundur disebut sebagai bentuk pengabaian hak kedaulatan rakyat.
- Rakyat memilih pasangan Prabowo Subianto dan Gibran dalam Pemilihan Presiden 2024.
- Polemik beredar seputar latar belakang pendidikan Gibran.
- Tudingan cacat moral dijadikan alasan untuk mendesakkan Gibran mundur.
- Budi Arie menyampaikan pernyataan secara tertulis pada hari Selasa, 13 Oktober 2026.
- Perdebatan mengenai pendidikan Gibran tidak seharusnya berubah menjadi penghakiman moral.
- Budi Arie mengingatkan pentingnya bersikap adil dalam menilai persoalan.
- Seseorang yang menempuh pendidikan di luar negeri dengan sistem berbeda dari Indonesia perlu dinilai secara proporsional.
- Perbedaan jalur pendidikan tidak dapat dijadikan dasar untuk menuduh Gibran melakukan kebohongan publik.
- Perbedaan jalur pendidikan tidak dapat dijadikan dasar untuk menuduh Gibran memiliki cacat moral.
- Riwayat pendidikan seseorang harus dinilai dengan mempertimbangkan sistem pendidikan yang ditempuh.
- Tidak tepat menggunakan perspektif sistem pendidikan Indonesia untuk menilai orang yang bersekolah di luar negeri.
- Budi Arie menolak anggapan bahwa perbedaan jalur pendidikan otomatis menjurus pada kebohongan publik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.