Erick Thohir Sanksi Pengurangan Poin bagi Klub yang tak Bisa Jaga Suporter
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberi tenggat waktu satu minggu kepada operator liga dan klub untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter, atau PSSI akan mengintervensi dengan mempertimbangkan pelarangan permanen suporter tandang. Ketegasan ini dipicu dua insiden penyerangan bus suporter dalam kurang dari 24 jam di Tol Batang dan Tol Palikanci Cirebon. Erick juga mendorong sanksi pengurangan poin bagi klub yang gagal menjaga supporternya sebagai efek jera.
Poin-Poin Utama
- Erick Thohir adalah Ketua Umum PSSI.
- Ia memberi tenggat waktu satu minggu kepada operator liga dan klub.
- Tenggat bertujuan menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter.
- Tanpa kesepakatan, PSSI akan melarang suporter tandang secara permanen.
- Dua insiden penyerangan terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam.
- Bus EPA Persib Bandung U-18 diserang di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10).
- Bus The Jakmania dilempari benda keras di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Senin (12/10) dini hari.
- Keselamatan suporter dan pemain tanggung jawab klub dan operator liga.
- Erick menilai penyerangan bus tim masuk ranah kriminalitas.
- PSSI mendorong sanksi pengurangan poin bagi klub yang tidak bisa menjaga suporternya.
- Erick apresiasi respons cepat kepolisian dalam menangani insiden.
- Sejumlah pelaku penyerangan telah ditangkap.
- Erick memberi perhatian khusus pada perlindungan pemain muda kompetisi EPA.
- Insiden menyebabkan kerusakan kendaraan dan luka pada anggota rombongan.
- PSSI berharap seluruh pemangku kepentingan merumuskan prosedur keamanan lebih ketat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.