Beranda Selasa, 13 Oktober 2026

!online

Politik Netral

RI dorong UNESCO perkuat pelestarian budaya di tengah kemajuan AI

Selasa, 13 Oktober 2026, 18:01 WIB Sumber: Antara News Dibaca 8 kali
Ukuran:

Indonesia menegaskan pentingnya penguatan peran UNESCO dalam pelestarian budaya di tengah kemajuan teknologi AI dan perubahan iklim, dengan menekankan bahwa AI harus tetap melayani kebudayaan dan tidak mendefinisikan ulang identitas budaya tanpa partisipasi masyarakat pemiliknya. Indonesia mendorong konsep museum hidup serta menyoroti sistem Subak di Bali dan praktik Sasi di Maluku sebagai contoh keterkaitan pengetahuan masyarakat dengan konservasi lingkungan. Selain itu, Indonesia menyerukan penguatan kapasitas institutional UNESCO melalui pemerataan keterwakilan geografis, keseimbangan gender, dan langkah konkret seperti bantuan teknis serta pendanaan untuk negara berkembang.

Poin-Poin Utama

  • Indonesia menegaskan pentingnya penguatan peran UNESCO dalam pelestarian budaya.
  • Perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan iklim menjadi tantangan global terhadap kebudayaan.
  • Wakail Delegasi Tetap RI untuk UNESCO IGAG Satrya Wibawa menyampaikan sikap Indonesia dalam Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris.
  • Sidang Dewan Eksekutif UNESCO tersebut diselenggarakan pada Senin, 12 Oktober.
  • Perkembangan kecerdasan buatan mengubah cara kebudayaan diciptakan, dilestarikan, dan disebarluaskan.
  • Indonesia meminta kecerdasan buatan tetap melayani kebudayaan tanpa mendefinisikan ulang identitas budaya.
  • Tantangan dari perkembangan kecerdasan buatan meliputi keragaman budaya, autentisitas, kekayaan intelektual, dan hak kreator.
  • Indonesia mendorong museum mengembangkan pengalaman interaktif berbasis kecerdasan buatan bagi generasi muda.
  • Indonesia mengusulkan konsep museum hidup untuk melestarikan tradisi dan sistem pengetahuan lokal.
  • Sistem Subak di Bali dan praktik adat Sasi di Maluku menjadi contoh pelestarian pengetahuan masyarakat.
  • Indonesia meminta perlindungan budaya disertai kebijakan tangguh terhadap perubahan iklim.
  • Indonesia menyerukan pemerataan keterwakilan geografis dan keseimbangan gender di struktur UNESCO.
  • Indonesia mendorong strategi rekrutmen terarah bagi negara yang kurang terwakili dengan prinsip meritokrasi.
  • Indonesia meminta UNESCO berpindah dari komitmen normatif menjadi langkah konkret berupa bantuan teknis dan penguatan kapasitas.
  • Negara berkembang memerlukan pendanaan dan pertukaran pengetahuan untuk pelestarian budaya.
Tagar Terkait
#perubahan iklim#unesco#kecerdasan artifisial#pelestarian budaya#diplomasi indonesia#museum hidup#subak bali#sasi maluku
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya