Beranda Rabu, 14 Oktober 2026

!online

Internasional Netral

Dua WNI Terluka dalam Serangan di Riyadh, Aramco Kembali Jadi Target

Rabu, 14 Oktober 2026, 11:05 WIB Sumber: Kompas Dibaca 10 kali
Ukuran:

Serangan di Riyadh, Arab Saudi, melukai dua warga negara Indonesia dan sasaran kantor pusat Saudi Aramco serta Bandara King Khalid. Kelompok Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab sebagai balasan atas serangan Arab Saudi di Yaman, menyebabkan pembatalan ribuan penerbangan dan korban sipil. KBRI Riyadh mengonfirmasi dua WNI luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah dirawat di rumah sakit.

Poin-Poin Utama

  • Dua WNI luka ringan dalam serangan di Riyadh, Arab Saudi, pada 11 Oktober 2026.
  • Kedua WNI dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib al-Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib al-Takhasusi.
  • Kedua WNI diperbolehkan pulang pada 13 Oktober 2026.
  • KBRI Riyadh mengirim nota diplomatik pada 12 Oktober 2026 untuk mengonfirmasi korban WNI.
  • Serangan menghantam gedung administrasi Saudi Aramco di Dhahran, Provinsi Timur, pada malam hari.
  • Serangan Aramco menyebabkan kebakaran terbatas dan tidak menimbulkan korban jiwa.
  • Rudal balistik menghantam kompleks kantor pusat Aramco di Dhahran.
  • Tiga lantai teratas menara perkantoran Aramco mengalami kerusakan.
  • Kelompok Houthi di Yaman mengancam menyerang kantor pusat Aramco di Dhahran dan kilang minyak Riyadh.
  • Trump mengatakan Houthi kemungkinan bertindak atas perintah Iran.
  • Bandara Internasional King Khalid di Riyadh lumpuh sejak serangan.
  • Penutupan Bandara King Khalid diperpanjang hingga 17 Oktober 2026 pukul 24.00 waktu setempat.
  • Sebanyak 3.120 penerbangan dibatalkan pada 8-13 Oktober atau sekitar 41 persen dari seluruh penerbangan keberangkatan.
  • Empat orang terluka akibat serpihan dua rudal jelajah Houthi yang jatuh di kawasan permukiman Riyadh.
  • Korban luka Riyadh terdiri atas dua perempuan, seorang laki-laki, dan seorang anak.
Tagar Terkait
#penerbangan#arab saudi#houthi#yaman#konflik#perang#wni#rudal#aramco#serangan riyadh
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya