Sulawesi Dikepung Asap Kiriman Kalimantan dan Papua
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti hampir seluruh wilayah Sulawesi akibat kebakaran lokal serta asap kiriman dari Kalimantan dan Papua. Dampak berupa kualitas udara tidak sehat, gangguan penerbangan, dan gangguan aktivitas warga mendorong pemerintah daerah seperti Kolaka Timur memberlakukan pembelajaran jarak jauh serta BMKG menganjurkan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan.
Poin-Poin Utama
- Kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengepung sebagian besar wilayah Sulawesi.
- Asap kiriman dari Papua dan Kalimantan memperburuk kualitas udara di Sulawesi.
- Wilayah terdampak asap meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
- Indeks kualitas udara di beberapa tempat menunjukkan kategori PM 2,5 yang tidak sehat.
- Penerbangan di Manado mengalami pengalihan dan penundaan akibat jarak pandang terbatas.
- BMKG merekomendasikan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
- Wali Kota Makassar menginstruksikan Dishub dan Dinkes menyiapkan masker gratis.
- Kabupaten Kolaka Timur menerapkan pembelajaran jarak jauh dari 14 sampai 20 Oktober 2026.
- Kebijakan PJJ di Kolaka Timur tertuang dalam Surat Edaran Plt Bupati Nomor 100.3.4.2/2801 Tahun 2026.
- Kebijakan PJJ berlaku untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP lingkup Dinas Pendidikan Kolaka Timur.
- Lahan yang terbakar di Gunung Lokon, Sulawesi Utara, mencapai 300 hektar.
- Angin bertiup dari tenggara dan timur membawa asap ke Sulawesi.
- Situasi asap kiriman dari Kalimantan terjadi pekan lalu seiring arah angin.
- Gangguan kesehatan akibat paparan partikel debu dan asap meningkat.
- Langkah perlindungan diperlukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.