Hari-Hari Berat Warga Palangka Raya, Sesak Terkepung Asap dan ISPA Menghantui
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi lebih dari dua bulan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyebabkan kabut asap yang nyaris tidak pernah menghilang dan meningkatkan kekhawatiran kesehatan warga, dengan tercatat 277.075 kasus ISPA di tujuh provinsi terdampak hingga pertengahan Oktober 2026. Pemerintah dan relawan telah mendirikan rumah oksigen di berbagai fasilitas kesehatan dan kantor pemerintahan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Warga Palangka Raya kini berharap kondisi lingkungan segera pulih dan kebutuhan paling mendesak mereka adalah udara bersih.
Poin-Poin Utama
- Kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berlangsung lebih dari dua bulan.
- Titik api terus bermunculan di sejumlah area lahan gambut.
- Kabut asap nyaris tidak pernah menghilang sejak kebakaran melanda.
- Sebesar 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut tercatat di tujuh provinsi terdampak asap hingga 12 Oktober 2026.
- Sebanyak 62.400 kasus ISPA terjadi pada anak usia nol hingga lima tahun.
- Rumah sakit di Palangka Raya dipadati pasien yang membutuhkan penanganan.
- Rumah oksigen didirikan di berbagai fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, klinik, dan rumah sakit.
- Rumah oksigen juga tersedia di kantor pemerintahan, kantor kelurahan, Dinas Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia.
- Beberapa rumah oksigen dilengkapi pendingin ruangan dan pembersih udara.
- Layanan utama rumah oksigen berfokus pada penyediaan oksigen, nebulisasi, dan bantuan kesehatan awal.
- Kebutuhan paling mendesak warga Palangka Raya saat ini adalah udara bersih.
- Pembagian masker membantu mengurangi paparan asap namun tidak mampu menangkal dampak polusi udara secara penuh.
- Warga Palangka Raya menghadapi keterbatasan air bersih akibat kekeringan.
- Aktivitas harian warga terhambat akibat gangguan listrik dan terbatasnya komunikasi.
- Winney Amiani, warga Palangka Raya, menilai situasi di kota tersebut sangat memprihatinkan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.