Tali Kerja Sama Indonesia-Afrika Terus Teranyam
Afrika 1955 dengan fokus pada penguatan kedaulatan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia, dan pewujudan kemakmuran bersama. Forum Indonesia-Afrika mencatatkan peningkatan signifikan, dari 600 juta dolar AS pada 2018 menjadi 3,5 miliar dolar AS pada 2024, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Afrika yang diproyeksikan 4,2-4,4 persen pada 2025-2026. Pada Trade Expo Indonesia 2026, Indonesia dan Kamerun bakal menggelar Forum Bisnis Indonesia-Kamerun untuk meningkatkan investasi dan perdagangan, dengan target setidaknya menyamai hasil 2025 yang mencapai 19,5 juta dolar AS.
Poin-Poin Utama
- Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 menjadi landasan kemitraan Indonesia dengan negara-negara Afrika.
- Afrika mencatat pertumbuhan PDB rata-rata 4,4 persen pada 2025.
- Dua puluh dua negara Afrika mencatat angka pertumbuhan di atas 5 persen pada 2025.
- Afrika diperkirakan tumbuh 4,2 persen pada 2026.
- Forum Indonesia-Afrika (IAF) pertama pada 2018 menghasilkan kesepakatan bisnis hampir 600 juta dolar AS.
- IAF kedua pada 2024 sebesar 3,5 miliar dolar AS.
- Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 bernilai lebih dari 800 juta dolar AS.
- Trade Expo Indonesia (TEI) diselenggarakan 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Banten.
- Delegasi dari Kamerun dan Afrika Tengah berjumlah lebih dari 75 orang di TEI 2026.
- Forum Bisnis Indonesia-Kamerun ke-2 diagendakan pada 16 Oktober 2026.
- Tangsel Central African Business Forum diagendakan pada 15 Oktober 2026.
- Kerja sama RI dan Kamerun pada 2025 bernilai 19,5 juta dolar AS.
- TEI 2026 berpotensi menghasilkan empat nota kesepahaman terutama di sektor pertanian.
- Target forum bisnis RI-Kamerun di TEI 2026 setidaknya menyamai hasil TEI 2025.
- Indonesia menawarkan kemampuan teknologi untuk memberikan nilai tambah bagi kawasan Afrika.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.