Pakar: PLN Perlu Perkuat Jaringan Listrik untuk Dukung Transisi Energi
Pengembangan energi baru terbarukan perlu diimbangi kesiapan jaringan transmisi, distribusi, dan teknologi penyimpanan energi agar kapasitas pembangkit dapat terserap secara optimal. Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia menilai pergantian Direktur Utama PLN menjadi momentum untuk memperkuat fondasi kemandirian energi nasional melalui kebijakan yang memperkuat keandalan pasokan listrik. Integrasi perencanaan pembangkit dengan pembangunan infrastruktur jaringan dianggap krusial untuk mengurangi risiko pembatasan produksi listrik dan mempercepat transformasi energi nasional.
Poin-Poin Utama
- Pengembangan energi baru terbarukan perlu diimbangi kesiapan jaringan transmisi dan distribusi.
- Teknologi penyimpanan energi diperlukan agar kapasitas pembangkit terserap secara optimal.
- Feiral Rizky Batubara adalah Dewan Penasihat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia.
- Darmawan Prasodjo digantikan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN.
- Suroso Isnandar memiliki pengalaman di bidang sistem tenaga, manajemen proyek, dan energi terbarukan.
- Pengembangan EBT tidak cukup hanya dengan menambah kapasitas pembangkit.
- Produksi listrik PLTS bergantung pada intensitas matahari sehingga berubah sepanjang hari.
- Sistem kelistrikan harus fleksibel untuk menyeimbangkan pasokan dengan kebutuhan listrik.
- Pengembangan PLTS harus berjalan seiring pembangunan jaringan transmisi dan distribusi.
- Battery Energy Storage System diperlukan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.
- Curtaiment adalah pembatasan produksi listrik ketika sistem tidak mampu menyerap seluruh energi.
- PLN perlu mengintegrasikan perencanaan pembangkit dengan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi.
- Sektor ketenagalistrikan memiliki posisi strategis dalam agenda pembangunan nasional.
- Tantangan pimpinan baru PLN adalah memastikan sistem kelistrikan mampu memenuhi kebutuhan pembangunan.
- Kepemimpinan Suroso Isnandar diharapkan memperkuat sistem kelistrikan yang tangguh dan adaptif.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.