Kunjungan Wisatawan ke Bali masih Stabil di Tengah Kelangkaan BBM, Kemacetan Disorot
Kunjungan wisatawan ke Bali tetap stabil meskipun terjadi kelangkaan BBM, namun kemacetan lalu lintas menyebabkan kekecewaan dan keterlambatan jadwal wisata ke berbagai objek wisata. Untuk jangka pendek, perlu kerja sama hotel dengan penyedia transportasi listrik untuk operasional dari hotel ke bandara, sedangkan untuk jangka panjang diperlukan kendaraan listrik sebagai antisipasi kondisi darurat dengan didukung subsidi pajak dari pemerintah.
Poin-Poin Utama
- Sektor pariwisata Bali belum terdampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak.
- Kunjungan wisatawan ke Bali masih stabil.
- Belum ada penundaan atau pembatalan kunjungan wisatawan.
- Wisatawan ke Bali mengeluhkan kemacetan lalu lintas di mana-mana.
- Jadwal tur ke objek wisata Sanur, Ubud, Karangasem, dan Lovina tertunda akibat kemacetan.
- Kerugian akibat kemacetan bagi sektor pariwisata sulit dihitung.
- Solusi jangka pendek berupa kerja sama hotel dengan penyedia transportasi listrik dari hotel ke bandara.
- Solusi jangka panjang berupa penyiapan kendaraan listrik untuk mengantisipasi kondisi darurat.
- Suryawijaya mengusulkan dua sampai tiga unit kendaraan listrik dari total sepuluh unit kendaraan.
- Suryawijaya berharap ada subsidi pajak dari pemerintah untuk kendaraan listrik.
- Antrean sepeda motor di SPBU Perumahan Dalung Permai, Kuta Utara, Kabupaten Badung, mengular sekitar 700 meter.
- Perumahan Dalung Permai merupakan kawasan perumahan terbesar di Bali.
- Pengendara tampak sabar antre di bawah panas terik matahari.
- Antrean kendaraan mengikuti alur ruas jalan utama yang memiliki tikungan.
- Statemen diberikan oleh I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya pada Kamis, 15 Oktober.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.