Sidkon Djampi Dukung Program Safe Santri, Pesantren Harus Jadi Ruang Aman
Kekerasan di lingkungan pesantren yang digagas Kementerian Agama, karena pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa sehingga harus menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Sidkon menilai pencegahan kekerasan di pesantren memerlukan pengawasan konsisten, edukasi kepada pengasuh, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses dan berpihak pada korban, dengan melibatkan pengelola, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat. Dia berharap kebijakan tersebut dapat dijalankan secara berkelanjutan agar kepercayaan masyarakat terhadap pesantren tetap terjaga dan pesantren terus mencetak generasi berilmu dan berakhlak.
Poin-Poin Utama
- Sidkon Djampi adalah anggota DPRD Jawa Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa.
- Sidkon mendukung peluncuran program Safe Santri oleh Kementerian Agama.
- Sidkon mendukung pembentukan Satuan Tugas Anti-Kekerasan di lingkungan pesantren.
- Sidkon menilai perlindungan terhadappara santri harus menjadi perhatian bersama.
- Sidkon berharap pesantren menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
- Pernyataan Sidkon disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026.
- Sidkon menilai upaya pencegahan kekerasan di pesantren tidak cukup hanya melalui regulasi.
- Implementasi kebijakan memerlukan pengawasan yang konsisten dan mekanisme pengaduan yang mudah diakses.
- Keterlibatan pengelola pesantren, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diperlukan dalam upaya pencegahan.
- Sidkon menekankan nilai-nilai keislaman harus sejalan dengan penghormatan terhadap kemanusiaan.
- Pendidikan agama harus membangun kesadaran tentang kasih sayang, tanggung jawab, dan sikap antikekerasan.
- Sidkon meminta laporan kekerasan ditangani secara serius, objektif, dan berpihak pada keselamatan korban.
- Sidkon berharap kebijakan tersebut dijalankan secara berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
- Sidkon menginginkan pesantren terus mencetak generasi berilmu dan berakhlak.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.